Kasus Koperasi Indosurya Seolah Mandek, Diduga Ada Oknum Mabes Polri dan Kejaksaan Agung ‘Bermain’

Demo kasus Indosurya

JAKARTA (KM) – Terkait Kasus Indosurya, LQ Indonesia Lawfirm menyayangkan langkah pemerintah yang mulai kendor dan tidak lagi memproses aliran dana KSP SB yang diketahui mengalir ke Indosurya Inti Finance selaku Holding Company.

“Seharusnya Mabes Polri segera menyidik Surya Effendy dan Natalia Tjandra seperti yang dijanjikan Dirtipideksus Whisnu Hermawan setahun lalu. Diduga masih ada oknum Mabes dan Kejaksaan Agung ‘bermain dalam kasus Indosurya Intifinance LP 0204’. Apalagi dalam SP2HP LP 0204 yang LQ terima sama saja dengan SP2HP setahun lalu, yaitu menunggu arahan Kejaksaan Agung,” ungkap Kadiv Humas LQ Indonesia Lawfirm, Advokat Bambang Hartono.

“Ada apa kejaksaan Agung dalam waktu setahun tidak memberikan arahan tentang LP yang sudah naik sidik dan ada penetapan Tersangka? Diduga setelah Alvin Lim masuk penjara, maka kasus Indosurya dihentikan. Termasuk belum disidangnya Henry Surya dalam perkara pemalsuan LP 0086, apakah sudah di 86?,” katanya, Kamis (13/7/2023).

“Bagaimana kasus yang sudah tahap 2 di Kejaksaan? Lebih dari 50 hari masih belum disidangkan di Pengadilan? Harap Pak Presiden Jokowi dan Menkopolhukam Mahfud MD memberikan atensi kepada kasus Indosurya ini. Ada apa?” ujarnya.

Tampaknya sangat benar pernyataan Advokat Alvin Lim, bahwa ada oknum Kejaksaan Agung ‘bermain dalam kasus Indosurya’ sehingga sejak Alvin Lim ditahan kejaksaan.

“Banyak kejanggalan terjadi, antara lain belum disidangkannya Perkara Pemalsuan Henry Surya dan tidak ditelusurinya aliran dana Indosurya ke Surya Effendy. Para korban perlu kembali memviralkan agar Indosurya mendapatkan atensi dari pemerintah karena saat ini Alvin Lim sudah berhasil di bungkam para oknum aparat,” harapnya.

Reporter: Mso

Editor: redaksi

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*