Ketua AWDI Tolak Tawaran Damai dalam Kasus Pelecehan Wartawan

Pengurus AWDI Aceh Tamiang (dok. KM)
Pengurus AWDI Aceh Tamiang (dok. KM)

ACEH TAMIANG (KM) – Dalam menindaklanjuti kasus dugaan pelecehan dan pencemaran nama baik wartawan yang dilakukan oleh oknum Debt Collector Adira Finance Wilayah Aceh Tamiang, pihak Polsek Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, memanggil sang korban, Edy Syahputra, Rabu 22 November 2017.

“Bripka Purwoko selaku Kanit Reskrim Polsek Kejuruan Muda Aceh Tamiang menyarankan kepada saya agar adanya perdamaian dalam penyelesaian terhadap Danu Debt Collector Adira terkait pelecehan terhadap wartawan dan jangan sampai permasalahan ini naik ke pengadilan,” ungkap Edy, Kamis (30/11/2017).

“Saya belum bisa memberikan keputusan yang pasti, Karena permasalahan terkait pelecehan tersebut saya akan bicarakan terlebih dahulu kepada rekan-rekan Wartawan,” lanjutnya.

Dalam hal ini, ketua Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) DPC Aceh Tamiang, Jasmani, memberikan keterangan terkait adanya saran untuk damai dari pihak Kanit Reskrim Polsek Kejuruan Muda.

“UU Pers No 40 Tahun 1999 adalah undang-undang khusus terhadap wartawan, baik itu terhadap pelecehan, pencemaran nama baik tetap berjalan dan mengacu kepada Undang-undang Pers, dan hasil kesepakatan bersama dari pihak Wartawan Aceh Tamiang Khususnya dengan adanya kata perdamaian yang disarankan oleh pihak kepolisian Polsek Kejuruan Muda Aceh Tamiang, kami akan tindak lanjut ke proses hukum,” ungkap Jasmani.

Reporter: Andi KM
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*