Aktivis Ancam Laporkan Kapolsek Peurelak Barat ke Propam Polda Aceh

Yunan Nasution, Aktifis Aceh Timur yang ancam untuk melaporkan Kapolsek Peureulak Barat ke Propam Polda Aceh (ist)
Yunan Nasution, Aktifis Aceh Timur yang ancam untuk melaporkan Kapolsek Peureulak Barat ke Propam Polda Aceh (ist)

ACEH TIMUR (KM) – Penangkapan dan penahanan warga Gampong Teumpeun yang berinisial HR (24) yang dikabarkan terlibat sindikat peredaran narkoba dinilai sarat pelanggaran hingga mengakibatkan telinga oknum Kapolsek digigit olehnya.

Kejadian itu bermula pada hari Selasa 21 November 2017, saat HR hendak berangkat kerja mengumpulkan limbah sowmil dan singgah ke rumah AR di Desa Teumpeun. Setibanya di rumah AR, tenyata AR tak berada di rumah, namun tak berselang lama AR pun tiba disusul oleh dua orang personil polisi, kemudian kedua personil polisi tersebut melakukan penggeledahan terhadap tubuh AR hingga terjatuh satu paket kecil yang diduga narkoba jenis sabu-sabu. Mengetahui ada benda yang jatuh, AR pun melarikan diri.

Naratif tersebut dibenarkan oleh Imah, istri AR. Setelah melakukan pengejaran beberapa saat dan gagal menangkap AR kemudian kedua polisi tersebut kembali menggeledah tubuh HR dan tidak menemukan apa-apa, kemudian kedua polisi tersebut mengajak HR untuk ikut ke kantor polisi. HR menurutinya tetapi meminta untuk pulang terlebih dahulu ke rumah dan memberitahukan kejadian kepada orang tuanya. Awalnya, kedua polisi yang belum diketahui namanya tersebut mengizinkan, namun setiba di rumah, orang tua HR tidak berada di rumah dan akhirnya pihak kepolisian tersebut memaksa HR untuk segera ikut dengan mereka namun tetap ditolak oleh HR. 

Tak berselang lama, datang tiga orang berpakaian preman yang belakangan diketahui salah satu nya adalah Kapolsek Peurelak Barat, yanf kemudian kembali memeriksa tubuh HR dan lagi-lagi tidak menemukan apa-apa. Kemudian Kapolsek tersebut memaksa HR untuk ikut dengan mereka namun tetap ditolak oleh HR karena ayahnya belum juga pulang. 

Menurut adik kandung HR, tiba-tiba Kapolsek tersebut memukuli wajah HR dan disusul oleh empat orang anggota polisi lainnya. Merasa tidak tahan dianiaya, HR melakukan perlawanan dan menggigit telinga salah satu penyerangnya. Menyusul kejadian tersebut, kini HR mendekam di penjara.

Hal ini mendapat perhatian serius dari aktivis Aceh Timur, Yunan Nasution. Saat ditemui awak media, ia mengatakan, “Kami akan minta masalah ini diselidiki oleh propam Polda, apakah benar ada kesalahan prosedur dalam proses penangkapan saudara HR. Jika benar ada kekeliruan, kami berharap agar masalah ini dapat diadili dengan seadil-adilnya agar citra Kepolisian yang sangat kita banggakan tidak ternodai, jadi intinya dalam waktu dekat kami akan laporkan Kapolsek Peurelak Barat beserta empat orang anggotanya ke Propam Polda Aceh guna mencari keadilan,” ungkap Yunan pada Kamis, 14/12/2017.

“Siapapun yang dianiaya pasti akan melawan, jika saat itu ada parang di tangannya mungkin HR akan membacok orang yang menganiaya dirinya, namun karena saat itu yang ada hanya gigi ya gigilah yang dimainkannya,” tandas Yunan.

Reporter: ZK
Editor: HJA

1 Trackback / Pingback

  1. Diduga Lakukan Penganiayaan, Kapolsek Pereulak Barat Dilaporkan ke Propam Polda Aceh – KUPAS MERDEKA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*