Mahasiswa Aceh Selatan Tuntut DPRA Tanggapi dan Berikan Solusi Terhadap Abrasi Sungai Kluet

Unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPRA, Rabu 18/10 (dok. KM)

BANDA ACEH (KM) – Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Warga Aceh Selatan Darurat (GAWAT) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Rabu 18/10.
Mahasiswa menuntut pihak DPRA Dapil IX menanggapi dan memberikan solusi terhadap abrasi Sungai Kluet yang telah mengancam perumahan warga Gampong Kedai Padang, Lawe Sawah dan Koto Indarung. Namun yang terparah terjadinya abrasi adalah di Gampong Kedai Padang, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan.

Setiap kali diguyur hujan deras akan menyebabkan terjadinya pengikisan di sekitar pinggir sungai, sehingga sejumlah rumah warga yang hanya berjarak satu sampai dua meter dari pinggir sungai  terancam abrasi akibat luapan sungai tersebut.

Menurut pihak GAWAT, warga Gampong Kedai Padang sangat cemas bila musim hujan, karena intensitas curah hujan yang tinggi mengakibatkan meluapnya air sungai hingga ke perumahan warga dan mengancam beberapa rumah warga akibat terjadinya abrasi Sungai Kluet yang semakin meluas serta akan mengancam korban jiwa bila tidak segera diatasi oleh pemerintah.

“Kami Gawat telah beraudiensi dengan pihak Kecamatan dan Kabupaten, namun anggaran APBK yang tidak mencukupi untuk mengatasi abrasi Sungai Kluet tersebut.”

“Kami meminta pihak DPRA khususnya Dapil IX, untuk mencari solusi terhadap permasalahan abrasi sungai Kluet. Karena selama ini anggota DPRA Dapil IX belum ada tanggapan apapun dan belum pernah turun ke lokasi,” ucap salah satu pengunjuk rasa.

“Padahal mereka adalah wakil rakyat yang mestinya memberikan solusi terhadap permasalahan ini. Selama ini pihak DPRA terkesan tidak peduli, jika segera tidak diatasi kami khawatir abrasi ini akan menimbulkan korban terhadap masyarakat yang berbeda di sekitar Sungai Kluet, khususnya Gampoeng Kedai Padang yang sangat parah,” ucap salah seorang pengunjuk rasa.

Yulizar, koordinator aksi tersebut,  mengatakan bahwa saat ini warga Gampong Kedai Padang benar-benar membutuhkan perhatian DPRA Dapil IX dan juga pemerintah Aceh. “Jika pihak DPRA dan pemerintah Aceh tidak segera melakukan pemasangan batu grip maka warga akan akan terancam kehilangan tempat tinggal,” ujarnya.

“Kami mohon kepada DPRA agar segera duduk bersama Gubernur untuk mencari solusi abrasi Sungai Kluet yang saat ini semakin parah dan mengancam kehidupan masyarakat.”

“Banyak masyarakat disana memohon bantuan agar segera dipasangkan batu grip untuk mengatasi abrasi tersebut. Sehingga saat ini sudah ada rumah warga yang dibongkar karena terkena abrasi. Untuk ituit kami meminta kepada DPRA Dapil IX dan pemerintah Aceh tidak menutup mata dengan persoalan ini,” tutupnya.

Reporter: Hendria
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*