Sang “Mutiara Hitam” Siap Maju Sebagai Cagub Papua

Staf Khusus Presiden RI Lenis Kogoya (kedua dari kiri) beserta tokoh Papua dan Keta Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (ist)
Staf Khusus Presiden RI Lenis Kogoya (kedua dari kiri) beserta tokoh Papua dan Keta Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (ist)

JAKARTA (KM) – Sosok religius, cerdas emosional, cerdas spritual dan cerdas intlektual, hidup dengan konsep cinta kasih, hal itulah yang terdapat pada sosok “Mutiara Hitam Bumi Cendrawasih”, Lenis Kogoya, S.Th, MH.

Tidak itu saja, ternyata putra pengunungan puncak Papua ini sangat aktif dan peduli dengan pelestarian adat-istiadat dan budaya bangsa, karena ia melihat hal tersebut merupakan bagian dari identitas bangsa untuk mempekokoh kesatuan NKRI.

Lenis Kogoya kini dipercaya Presiden Joko Widodo untuk menjabat sebagai Staf Khusus Presiden RI. Namun atas permintaan sebagian rakyat Papua, dia pun mencalonkan diri menjadi Gubernur Papua, meskipun banyak tokoh menilai kalau dirinya lebih layak mejadi menteri di Kabinet Kerja.

Lenis juga menduduki posisi sebagai Ketua Lembaga Masyarakat Adat Papua. Peran itu diemban sejak 2009 silam.

Jika dilihat, potensi hubungan konstruktif Lenis dengan para tokoh nasional, termasuk pejabat-pejabat strategis di Negara, sangat layak serta cukup jadi bekal untuk membangun Papua, lebih berdaulat, mandiri dalam bingkai NKRI.

Hal ini terbukti dari sambutan hangat sejumlah tokoh bangsa seperti Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketum Partai Golkar Setya Novanto, Presiden Joko Widodo, termasuk para aktifis dan masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Lenis Kogoya menyatakan siap maju sebagai calon gubernur di Pilkada Papua 2018. Dia mengaku “tak gentar” menghadapi pesta demokrasi tahun depan, serta “siap dan bersedia berkompetisi secara sehat.”

Lenis mengibaratkan Pilgub Papua seperti pertandingan derby klub ternama di Papua antara Persipura melawan Persiwa Wamena, dimana pemainnya berasal dari satu rumpun yang sama, namun tetap bersaudara usai pertandingan berlangsung.

“Saya tidak takut dengan petahana. Kalau masalah Kakak Lukas [Enembe, Gubernur Papua] itu kan kakak saya. Itu biasanya adik kakak itu berkelahi di belakang. Jadi sekali-sekali namanya kita sama saja pertandingan, kan kayak Persipura lawan Persiwa Wamena,” kata Lenis di Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Reporter: ER/Raja Paluta/LH/RED
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*