Staf Ahli Kemenko Maritim Pantau Kondisi Pesisir Laut di Kabupaten Brebes

Kunjungan Deputi II Kemenko Maritim dan staf ahli ke Kabupaten Brebes, Selasa 15/8 (dok. KM)
Kunjungan Deputi II Kemenko Maritim dan staf ahli ke Kabupaten Brebes, Selasa 15/8 (dok. KM)

BREBES (KM) – Sesuai dengan program Presiden Joko Widodo tentang rehabilitasi kerusakan pesisir dan laut 2015-2019, Deputi II Kemenko Maritim RI melakukan kunjungan kerja ke pesisir laut Kabupaten Brebes didampingi perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Brebes.

“Sesuai dengan Permen dan Tupoksi Kemenko Maritim yakni Koordinasi, Fasilitasi, Sinergi, Sinkronisasi Kemaritiman Indonesia, dan tentunya juga dengan Rekomendasi KKP [Kementerian Kelautan dan Perikanan] dan dari DKP Kabupaten Brebes dan terus dimonitor oleh Staf Presiden, kami juga harus melaporkan ke Staf Presiden tentang sejauh mana keberhasilan program, perencanaan dan apa kekuranganya,” jelas Siti Nisa Mardiyah, Kepala Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam di Kemenko Maritim.

“Tentang kebutuhanya apa, dan butuh pemikiran apa, dalam kunker daerah ini kami Deputi Kemenko Maritim bisa merekomendasikan semua. Apakah terkait dana ataukah yang lainnya, bisa berbentuk bantuan barang atau uang,
kami akan sampaikan ke pusat dan akan koordinasikan dengan BAPPENAS atau swasta,” lanjutnya.

Nisa juga sempat menyampaikan kesan kunjungannya ke Pulau Cemara, Desa Sawojajar dan hutan mangrove Desa Kaliwlingi. “Untuk kedua DTW [daerah tujuan wisata] itu sudah cukup bagus namun tetap harus ada pembenahan lagi untuk terus dan terus evaluasi untuk wisatawan, dan juga harus menjaga kelestarian lingkungan laut di sekitar tempat wisata itu [dan] kebersihan dan kealamian wisata laut tersebut,” katanya.

Sementara itu Ahli Bidang Kemaritiman RI, Carita, juga ikut memberikan beberapa nasehat dan penjelasan kepada Nasir dan Rusjan selaku pengelola Desa Wisata Mangrove dan Pulau Cemara tersebut untuk lebih menata kesan kealamiannya akan aroma laut dan alam untuk kedua DTW tersebut.

Namun Carita juga menyayangkan kerusakan di pesisir laut Pandansari akibat abrasi laut.

“Saya malu dan sedih juga akan pemandangan yang ada di di pesisir laut Pandansari masih nampak kritis akibat abrasi … [masalah ini] membutuhkan kerjasama semua elemen masyarakat dan semua Kementerian dan dinas.”

“Kita harus duduk manis bersama untuk mengatasi segala apapun masalah yang ada, karena untuk kebersamaan itu pasti akan lebih mudah kita selesaikan, apapun persoalan yang ada, jangan kita besarkan ego sektoral yang pastinya akan membawa kita dalam ketertinggalan,” tambahnya.

“Masyarakat juga harus ikut memantau menjaga kelestarian alam laut ini bersama. Coba kita contoh Bali dimana semua masyarakat benar-benar peduli dan menggalakkan program dengan motto ‘untuk kita dan kebersamaan’ dan hasilnya, Bali bersih wisatawan pun tak bosan berkunjung ke sana,” himbaunya.

Reporter: Firdaus
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.