Tuntutan Tak Kunjung Digubris, Warga Desa Tamansari Geruduk Kantor Kades

Warga Desa Tamansari berunjuk rasa di kantor kepala desa Tamansari, kecamatan Tamansari, Bogor (dok. KM)
Warga Desa Tamansari berunjuk rasa di kantor kepala desa Tamansari, kecamatan Tamansari, Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) -Ratusan warga desa Tamansari mendemo Balai Desa Selasa pagi tadi 3/1 secara tertib, melibatkan unsur RT, RW, warga dan didampingi oleh BPD dan LPM. Aksi yang mengantongi izin dari Polsek dan Koramil setempat dikawal oleh Kapolsek berserta jajarannya, Koramil, Babinsa dan Babinmas untuk mengamankan situasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Koordinator aksi demo damai tersebut, Tiaji, dalam orasinya mempertanyakan kinerja kepala desa Tamansari Gumilar Suteja yang selama ini “tidak becus memimpin sebagai kepala desa” dan menuntut penyelesaian beberapa program desa yang sampai saat ini belum ditindak, sementara sudah tutup tahun dan sudah berganti tahun lagi.

“Program yang di tahun 2016 seperti rutilahu [rumah tidak layak huni] yang tidak jelas, jalan lingkungan di 2 titik yang baru akan dikerjakan, mobil siaga yang belum dibelanjakan sampai jatah raskin untuk warga tak mampu pun tidak pernah di ambil di Bulog selama tujuh bulan,” ujar Tiaji di hadapan massa pendemo.

Beberapa warga pun menyampaikan orasinya, menuntut agar kepala desa Tamansari bisa lebih transparan. “Kenapa kalo sudah didemo baru ada tindakan?” teriak salah satu warga.

“Pada intinya warga sepakat agar kepala desa segera lengser dari jabatannya saat ini juga, dia tidak mampu bekerja pada intinya,” lanjutnya.

Sementara itu, Kades Teja menanggapi demo tersebut dengan menjanjikan pihaknya akan “segera menyelesaikan semua tugasnya dalam waktu dekat ini,” dan Teja pun berjanji akan segera membenahi permasalahan yang ada di desa tamansari tersebut.

Kapolsek Tamansari (kiri) dan Kades Tamansari (tengah) saat menerima warga pengunjuk rasa di Balai Desa Tamansari, Selasa 3/1 (dok. KM)

Kapolsek Tamansari (kiri) dan Kades Tamansari (tengah) saat menerima warga pengunjuk rasa di Balai Desa Tamansari, Selasa 3/1 (dok. KM)

Tidak puas dengan dengan janji-janji sang kades yang menurut warga tidak pernah ditepati, mereka pun menawarkan dua opsi baginya, yaitu menerima polling terhadap seluruh masyarakat untuk menyetujui kepala desa segera dilengserkan, atau diberikan kesempatan dengan surat perjanjian akan segera menyelesaikan seluruh programnya. Agar segera diselesaikan sesuaijanji nya, akhirnya warga sepakat untuk memberikan kesempatan untuk terakhir kalinya bagi kades kontroversial itu.

Berikut Isi perjanjian yang diteken oleh kades itu:

“Saya Gumilar Suteja yang menjabat sebagai kepala desa Tamansari, dengan ini memberikan peryataan bahwa saya akan berkerja sebagai kepala desa Tamansari dengan sungguh-sungguh dan akan melaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia secara jujur, bersih, transparan, akuntabel, tepat waktu (maksimal satu minggu setelah anggaran turun) tepat sasaran, dan akan berkoordinasi dengan kelembagaan yang ada di desa Tamansari dan tidak memihak kepada siapapun atau lembaga mana pun.

Apabila saya tidak melaksanakan kewajiban saya tersebut dengan sukarela, saya akan mengundurkan diri sebagai kepala desa Tamansari.”

Pernyataan tersebut ditandatangani langsung oleh kepala desa di atas materai dan dengan saksi satu orang ketua RW dan 7 orang ketua RT.

Setelah perjanjian itu selesai ditandatangani, akhirnya warga pun bubar dengan tertib. (jamil/budi/oman)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*