Sidang Lanjutan Kasus Ahok, Massa Pro dan Kontra Bersitegang

Suasana sempat menegang saat berhadapan massa pro dan kontra Ahok pada persidangan hari ini 3/1 (dok. KM)
Suasana sempat menegang saat berhadapan massa pro dan kontra Ahok pada persidangan hari ini 3/1 (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Sidang lanjutan terhadap terdakwa dugaan penista agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok digelar di Aula Kementerian Pertanian, Jl. Raya Ragunan Jakarta Selatan, menyedot banyak perhatian massa baik yang pro maupun yang kontra. Potensi ketegangan antara dua kubu mendorong aparat untuk menambah personil pengamanan yang semula direncanakan sebanyak 1250, menjadi 2500 personil.

Demi menghindari pembentukan opini saat para saksi dari kedua belah pihak memberikan keterangannya, sidang pun dilanjutkan secara tertutup dari liputan awak media. Namun peristiwa yang tidak kalah heboh tampak di luar ruang persidangan, dengan massa yang sempat bersitegang antara yang pro dengan yang kontra terhadap Ahok, namun dengan kesigapan aparat kepolisian, ketegangan dapat diredam.

Kesiapan Polri untuk Antisipasi Rusuh masa pada Sidang Ahok di Aula Kementan, Ragunan 3/1 (dok. KM)

Kesiapan Polri untuk Antisipasi Rusuh masa pada Sidang Ahok di Aula Kementan, Ragunan 3/1 (dok. KM)

Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara Didik Wuryanto memperkirakan sidang keempat terdakwa perkara penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama, dengan agenda pemeriksaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) bisa berlangsung sampai malam hari.

“Saksi kan dari JPU, berapa pun jumlahnya, tergantung pihak Kejaksaan Agung. Bisa jadi sampai malam, semoga tidak seperti sidang Jessica Kumala Wongso. Kalau itu terlalu melelahkan ya, karena sampai jam 12 malam,” kata Didik, saat dikonfirmasi awak media KM melalui HP nya, Selasa (3/1).

Salah satu anggota kuasa hukum Ahok, Trimoelja D Soerjadi menyatakan belum bisa memprediksi apakah sidang keempat hari ini berlangsung sampai malam hari atau tidak. “Itu sulit diprediksi. Biasanya melihat perkembangan di persidangan, tergantung juga nanti diperdalam atau tidak keterangan saksi dari JPU, bisa lama bisa sebentar,” ujar Trimoelja, saat di konfirmasi ketika sidang di istirahatkan sejenak (3/1).

Menurut pengamat politik dan hukum adat dari UI, Hery Firmansyah M. Hum, sidang Ahok “sarat nuansa moral force.”

“Itulah kelemahan seorang Ahok yang hanya mengandalkan dirinya sebagai pimpinan yang terkadang lebih mengedepankan kecepatan bicara diawal, hingga berfikirnya selalu dibelakang pembicaraannya. Dan itulah yang disebut mulutmu harimaumu. Ahok diterkam oleh harimau yang bersarang di mulutnya sendiri. Kalau sidang Ahok ini bernuansa kebencian pada agama atau etnis sudah dari awal mungkin saat jutaan muslim bergerak [aksi 411 dan 212] pasti sudah terjadi ekses negatif. Itulah dewasanya umat Islam Indonesia, terfokus pada penegakan hukum tidak yang lain,” pungkasnya kepada KM melalui pesan singkat WhatsApp. (Gie)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*