Penyaluran Anggaran Dana Desa Tidak Jelas, Warga Ancam Demo Kades Tamansari

Kondisi jalan di Gang Duren, RT01/03 Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Bogor (dok. KM)
Kondisi jalan di Gang Duren, RT01/03 Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Warga Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, berharap agar kepala desa segera melakukan peningkatan akses jalan lingkungan di wilayah Gg. Duren yang menghubungkan RT 01 dan RT 05 RW 03 dan di jalan Gg. Jagakarsa RT 01, 02 dan 03 RW 06. Pasalnya, akses jalan utama di desa tersebut sudah mengalami kerusakan seperti jalan berlubang, serta terlepasnya batu-batu yang menempel di badan jalan tersebut.

Iman Hilman, salah satu ketua RT, menuturkan, kerusakan jalan utama yang terletak di wilayah setempat itu sudah terjadi sejak 4 tahun terakhir ini. “Namun entah mengapa, hingga kini belum ada perhatian dari pemerintah desa,” katanya.

Menurutnya, selain sebagai akses jalan utama, jalan yang mengalami kerusakan itu juga berfungsi sebagai akses penghubung antar RT di wilayah desa tersebut.

“Selain jalur itu, jalan lingkungan ini juga merupakan jalan penghubung antar dusun yang ada di wilayah desa ini,” ujar Iman kepada KM yang ditemui di rumah kediamannya tadi pagi, Senin 26/12.

Senada diungkapkan Ugan, ketua RT 01 RW 06, yang mengungkapkan juga, jika akses jalan tersebut dilakukan perbaikan, maka akan melancarkan arus transportasi bagi warga sekitar. Sebab, kondisi kerusakannya saat ini sudah sangat parah. Terlebih jika turun hujan jalanan menjadi becek.

“Sudah lama rusaknya. Bahkan aparat desa sudah pernah menjanjikan untuk perbaikan jalan ini. Tapi kenapa sampai sekarang ini belum ada realisasinya,” katanya.

Warga saat ini menagih janjinya untuk segera merealisasikan perbaikan jalan yang memang anggarannya sudah diterima oleh kepala desa.

Sedangkan pada kesempatan lain pada tanggal 14/12 lalu sang kepala desa, Teja, telah berjanji akan segera menyelesaikan perbaikan jalan di dua titik tersebut. Bahkan Teja pun berjanji akan segera mengeluarkan mobil siaga desa, raskin (bulog) dan menyalurkan dana bantuan bagi sejumlah RTLH yang masih belum dislesaikan dengan batas waktu akhir tanggal 30/12 kepada sejumlah RT dan RW saat rapat di kantor desa Tamansari.

Namun kemudian para ketua RW dan RT kebingungan ketika anggaran operasional RW dan RT diantar langsung ke rumah masing-masing oleh staf desa pada tangal 23/12, sedangkan kepala desa telah memberikan undangan kepada seluruh ketua RT dan RW untuk hadir di kantor desa untuk pembagian BOP tersebut.

“Warga sudah geram atas sikap kepala desa Tamansari Teja atas sikapnya selama ini, dan warga akan melakukan aksi demo apabila kepala desa tidak menepati janjinya,” ungkap Ugan. (Budi/jamil/oman)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*