Ketua DPRD Kabupaten Bogor Hadiri Perayaan Maulid Nabi di Tajur Halang, Himbau Hati-Hati Terhadap Kabar dari Medsos

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi memberikan sambutan pada perayaan Maulid Nabi di desa Tajur Halang, Cijeruk, Senin malam 26/12 (dok. KM)
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi memberikan sambutan pada perayaan Maulid Nabi di desa Tajur Halang, Cijeruk, Senin malam 26/12 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Panitia Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) Masjid Al Barokah, Desa Tajur Halang Kecamatan Cijeruk menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Senin (26/12), yang dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi, Kades Tajur Halang Diding Sulaeman, Babinsa, Babinmas, tokoh masyarakat serta para tamu undangan lainya.

Mengawali sambutannya, Ade menyampaikan bahwa sejak awal di bulan Rabiul Awal, masyarakat, khususnya umat Islam di seluruh pelosok Kabupaten Bogor baik perorangan maupun kelompok melaksanakan peringatan Maulid Nabi. Menurutnya, maksud dan tujuannya adalah agar semakin faham terhadap “segala segi kehidupan Rosulullah yang diberi gelar al-amin yaitu sosok pribadi  yang jujur dan terpercaya,” katanya.

“Selanjutnya dalam kegiatan yang mulia ini, membuktikan bahwa perhatian masyarakat Bogor terhadap kehidupan beragama semakin tinggi. Semua ini mencerminkan hasrat masyarakat kabupaten Bogor semakin meningkat untuk belajar memperdalam ilmu tentang agama Islam,” lanjutnya.

Jaro Ade pun menegaskan agar masyarakat lebih berhati-hati lagi terhadap dunia media sosial (medsos) yang akhir-akhir ini banyak yang menyalahgunakan atau menyebarkan berita hoax. “Sekarang sudah ada undang-undang ITE. Jangan sampai berita-berita tersebut jadi mengadu domba antara sesama,” ungkapnya.

Menyambung usai sambutan Ketua DPRD, Kades Diding menambahkan bahwa kepribadian yang ditampilkan oleh Rasulullah mengandung tantangan cukup berat, “karena selain harus memperhatikan dan menciptakan ukhuwah (persaudaraan) baik di kalangan kaum Muslimin dan Muslimat, juga dituntut untuk mengundang simpati dari masyarakat yang tidak seagama melalui akhlaq mahmudah, yakni prilaku yang terpuji serta saling sayang menyayangi tanpa melihat perbedaan suku, agama dan status sosial, karena tugas Rosul adalah memberi rahmat bagi seluruh alam,” tutupnya. (Budi/oman/jamil)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*