Bupati Bogor Temui Perwakilan AMPB, Janjikan Solusi Atas Tuntutan

Bupati Bogor Nurhayanti saat bertemu perwakilan AMPB di Kantor Bupati, Selasa 4/10 (dok. KM)
Bupati Bogor Nurhayanti saat bertemu perwakilan AMPB di Kantor Bupati, Selasa 4/10 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Aktivis dari “Aliansi Masyarakat Penyelamat Bogor” (AMPB) yang diwakili sebayak 20 orang melakukan audiensi bersama Bupati Bogor Nurhayanti beserta pembantu-pembantu tugas kerjanya yang berlangsung di Ruang Rapat 1 Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Senin (3/10). Dalam dialog yang dimulai sekitar pukul 14:00 WIB tersebut perwakilan AMPB memaparkan sejumlah persoalan yang menjadi permasalahan di Kabupaten Bogor dan yang menjadi tuntutan dalam aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu.

Adapun permasalahan yang menjadi  tuntutan utama AMPB adalah mengenai kekososongan Wakil Bupati Bogor, dana Silpa yang besar 2 tahun berturut-turut, dan tuntutan lainnya seperti masalah TPAS Galuga, sistem One Way serta PKL Puncak, masalah Jalan Rumpin-Parung Panjang dan permasalahan petani ikan Pamijahan dengan PT. JDG.

“AMPB terlahir dari beberapa elemen masyarakat dan para aktivis, tujuannya menginventarisir permasalahan-permasalahan yang ada di kabupaten Bogor untuk ditindak lanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, sehingga cita-cita menjadi Kabupaten Termaju di Indonesia dengan Tegar Beriman tercapai,” kata aktivis senior Kijalu memperkenalkan AMPB di hadapan para peserta audiensi.

Di hadapan Bupati dan pembantu-pembantu kerjanya, AMPB meminta Bupati bertindak tegas terhadap kepala SKPD-SKPD penyumbang Silpa terbesar agar dipecat karena dianggap tidak mampu bekerja.

Menanggapi semua aspirasi yang di lontarkan AMPB, Nurhayanti mengatakan bahwa aspirasi yang di sampaikan, merupakan masukan yang konstruktif untuk memperbaiki pelayanan kepada masyarakat. “Ini sejalan dengan misi yang saya emban bahwa saya tidak bisa bekerja sendirian, artinya saya harus bekerjasama dengan seluruh elemen masyarakat,” ujar Yanti.

Advertisement

“Masalah wakil Bupati, saya sudah menerima surat tembusan dari Koalisi Kerahmatan dan hari ini pun sedang ada agenda pertemuan, namun saya tidak tahu di mana tempat pertemuannya,” tegas Yanti menambahkan.

Sementara menanggapi masalah Silpa, Yanti mengatakan pihaknya harus mengevaluasi kinerja SKPD. “Untuk masalah ini, saya serahkan Pak Sekda untuk melakukan evaluasi seluruh SKPD,” singkatnya.

Sementara Korlap AMPB Ali Taufan Vanaya mengatakan kegiatan dialog ini bukan sebagai akhir dari perjuangan AMPB, melainkan langkah awal dalam mengawasi program yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. “Ini sebagai langkah awal, untuk selanjutnya kita akan awasi program yang akan dilaksanakan,” tuturnya.

Secara terpisah, selesai acara pertemuan, Humas Paguyuban Petani Ikan Kolam Air Deras Pamijahan Aria Suryadinata mengapresiasi dan berterimakasih atas pergerakan AMPB yang ikut memperjuangkan nasib para petani ikan yang terkena dampak pasca longsor di Cibunian.

“Dengan adanya pertemuan kali ini, bukan berati kita akan diam, dengan di dampingi Walhi kita tetap akan melakukan aksi dan gugatan. Kalau ada solusi dari pemerintah, kita siap dan mari duduk bersama dengan PT. JDG mencari solusi untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, kita juga ingin bersama-sama nyaman, aman dan saling menguntungkan dalam berusaha,” ujar Aria kepada Kupas Merdeka. (Dian Pribadi)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*