Endang Kosasih Dipilih Menjadi Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor Versi Kubu Djan Faridz

Endang Kosasih (kiri) dan Taufik Soleh, politisi PPP Djan Faridz (dok. KM)
Endang Kosasih (kiri) dan Taufik Soleh, politisi PPP Djan Faridz (dok. KM)

BOGOR (KM) – Di tengah agenda Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I PPP oleh kubu Romahurmuziy di Jakarta, kepengurusan partai berlambang Ka’bah versi Djan Faridz juga tak mau ketinggalan. Kemarin, kubu Djan Faridz menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) I di Puri Mandiri, Kecamatan Megamendung, Senin (3/10). Berdasarkan hasil penyelenggaraan Muscab, mantan politisi Partai Gerindra Endang Kosasih terpilih sebagai ketua DPC PPP Kabupaten Bogor versi kubu Djan Faridz.

Selain memilih ketua, sekretaris dan pengurus-pengurus partai 5 tahun kedepan, Muscab juga menyusun agenda program kerja partai untuk 5 tahun ke depan. Di samping itu juga Muscab menyikapi isu-isu politik nasional dan lokal. Muscab I di ikuti DPC PPP Kabupaten Bogor, DPC PPP Kota Bogor dan DPC Kota Depok.

Salah satu kader PPP yang mengikuti Muscab, Taufik Soleh men­gatakan, selanjutnya PPP akan melakukan penguatan di internal partai sehingga bisa menguatkan mesin-mesin partai yang ada di bawah. “Setelah Muscab, kami fokus di penguatan internal agar tak ada lagi kader yang membelot ke kubu sebelah,” ujarnya saat di hubungi KM, kemarin.

Ketua DPW PPP Jawa Barat Tatang Farhanul mengatakan, agenda dalam Muscab akan berfokus pada pergantian pimpinan di wilayah cabang melalui pemilihan untuk lima tahun ke depan. “Ini akan dilanjutkan dengan penyusu­nan agenda untuk lima tahun ke depan,” terangnya.

Advertisement

Sementara saat ditanya soal dualisme kepemimpinan di tu­buh partai berlambang Ka’bah ini, Ahmad Ghazali mengatakan, “negara ini memiliki Undang-Undang Dasar 45, seperti dik­etahui pada pasal 1 ayat 5 jelas bahwa negara ini negara hukum. Sementara kaitan dengan partai politik tentunya mengacu pada UU Partai Politik, di mana dalam UU tersebut jelas dikatakan jika ada selisih atau sengketa di partai politik itu harus diselesaikan di Mahkamah Partai. Dan itu kita menang, namun untuk menjaga kondusivitas saat ini kita berjalan masing-masing,” terangnya.

“Terkait Pilkada 2018, PPP insya Allah kita akan Fight termasuk Gubernur kita akan ambil,” tambahnya lebih lanjut.

Menyikapi hal itu, pengurus DPC PPP Kabupaten Bogor kubu Romahurmuziy, Yuyud Wahyudin, mengaku tak ambil pusing soal penyelengga­raan Muscab di Puncak. Ia pun tak mengetahui soal agenda yang dibahas. “Lagipula saya ti­dak tahu mereka itu siapa gelar Muscab. Ini saya lagi Mukernas,” kata Yuyud.(Dian Pribadi)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*