Bocah Kecebur Sumur Berhasil Dievakuasi Tim Gabungan

Setelah upaya yang berjalan selama berjam-jam, tim gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi jasad Farhan (2,5th) yang tercebur ke dalam sumur saat orangtuanya lengah (dok. KM)
Setelah upaya yang berjalan selama berjam-jam, tim gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi jasad Farhan (2,5th) yang tercebur ke dalam sumur saat orangtuanya lengah (dok. KM)

BOGOR (KM) – Ahmad Farhan, bocah berusia 2,5 tahun yang kecebur sumur di rumahnya di Kampung Kebon Rumput RT 4/3,  Desa Pasir Jambu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jum’at (8/4/2016), akhirnya berhasil dievakuasi. Jasad korban yang sudah tak bernyawa ini berhasil diangkat pada Sabtu (9/4/2016) sekira pukul 05.30 wib.

Anak pasangan Agus dan Robiatun ini kecebur sumur sedalam 9 meter pada Jumat pagi, sekitar pukul 09.00 wib. Namun evakuasi sulit dilakukan karena kondisi sumur yang sempit dan penuh lumpur.

Sabtu dinihari pukul 02.00 wib, Tim evakuasi yang dipimpin pengurus PMI Kabupaten Bogor Asep Ruhiyat, yang terdiri dari personel PMI, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), dan Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) datang ke lokasi kejadian. Tim evakuasi juga mendatangkan mobil penyedot air untuk memudahkan evakuasi.
Sebelum proses evakuasi dilakukan, dilaksanakan doa bersama yang dipimpin oleh kyai setempat dan Kepala Desa Pasir Jambu. Setelah berdoa, tim menyiramkan air panas ke dalam sumur untuk mengecek apakah sumur mengandung gas beracun atau tidak.

Advertisement

“Kami kemudian mulai menyedot air sumur selama 3,5 jam. Setelah lumpurnya kelihatan, baru dilakukan penarikan lumpur yang berada di kedalaman 7 meter. Jenazah baru diketemukan pada kedalaman 9 meter dan tertutup lumpur sedalam 2 meter. Tepat pukul 05.30 wib jenazah berhasil diangkat ke atas,” ungkap Ketua Tim Asep Ruhiyat.

Sekretaris DKP Kabupaten Bogor ini menjelaskan, total personel yang terlibat berjumlah 17 orang. “Dari PMI 8 orang, Dinas Bina Marga 7 orang, dan awak mobil penyedot air DKP 2 orang. Tim berjibaku penuh perhitungan karena di dalam sumur longsor masih berjatuhan,” katanya.

Dari balik kejadian naas tersebut, Asep Ruhiyat berpesan kepada warga Kabupaten Bogor yang memiliki sumur gali agar menutup bagian atas sumur dengan bahan yang kuat menahan beban seperti coran beton atau plat besi. “Agar jangan sampai kejadian yang menimpa Ahmad Farhan terulang,” imbaunya.(Raden)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*