Ketebalan Aspal di Cikampak Hanya 1,3cm, Miliaran Uang Rakyat Diduga Menguap – KUPAS INVESTIGASI

Ketebalan aspal di Jalan Cicadas, Cikampak yang hanya setebal 1,3cm. (dok. KM)
Ketebalan aspal di Jalan Cicadas, Cikampak yang hanya setebal 1,3cm. (dok. KM)

BOGOR (KM) – Pembangunan Pengaspalan dengan judul manfaat “Meningkatkan Kelancaran arus lalu lintas, barang & jasa” di Lokasi Kecamatan Ciampea diduga terindikasi tidak sesuai spesifikasi, karena baru hitungan minggu saja aspal sudah mengelupas , rusak dan bolong-bolong di sejumlah titik, padahal uang rakyat yang digelontorkan cukup fantastis yaitu hampir 2,5 Milyar Rupiah, diduga melibatkan oknum Anggota DPRD Kabupaten Bogor.

Sejak tanggal penyelesaian proyek 20/10/2015 sampai tanggal 13/11/2015 diindikasikan tidak sesuai karena menurut pemantauan tim, aspal ada beberapa titik yang mengelupas dan bolong. Menurut Iwan, warga Cikampak, pihak kontraktor “kerja malam hari sampai menjelang subuh, tidak sampai, dan tipis pak paling hanya 2-3 cm, tapi pinggirnya saja sengaja ditebalkan, ketika saya menanyakan pekerja hanya dijawab sudah standard dan dilakukan enam hari sudah selesai pak.”

Hal senada diungkapkan oleh Nurhasanah (55). “Kalau disini pengerjaannya sore pak waktu itu, kenapa ya cepat rusak, kan biayanya besar sedangkan kami sebagai rakyat ingin jalan awet karena sering lalu lalang mobil besar, truk dan bis” ujarnya.

Tim lalu mendatangi UPT Bina Marga Ciampea untuk konfirmasi, bertemu dengan Suhendar, yang dengan nada tinggi mengatakan bahwa daerah tersebut sedang dalam pengawasan. “Kalau tipis ya nanti ditambah, kan sudah dicek sama konsultan dan Dinas Bina Marga Kabupaten Bogor, sedang untuk pengawasan daerah tersebut dengan Pak Endang,” ujarnya. Ketika diminta nomor telepon yang bersangkutan, ia menjawab dengan tidak tahu nomornya. Ketika tim ingin bertemu kepala UPT Bina Marga, ia menjawab tidak ada dan tidak tahu nomor kontaknya.

Plang proyek pengaspalan jalan di Cicadas yang menunjukkan biaya proyek tersebut. (DOK. km)

Plang proyek pengaspalan jalan di Cicadas yang menunjukkan biaya proyek tersebut. (DOK. km)

Menurut pemantauan di lokasi, ada beberapa titik yang mengelupas dan bolong, dan ketika dilihat pada aspal yang bolong, tampak lapisan aspal tipis sekali, tidak sampai 2 cm di atas dasar aspal yang lama, padahal uang rakyat yang digelontorkan cukup fantastis yaitu hampir 2,5 Milyar Rupiah.

Advertisement

Lalu kami meminta klarifikasi yang sama kepada PPK Dinas Bina Marga, Chandra. “Laporan anda akan saya pelajari, ya saya akan kirim tim kesana jika benar maka akan saya panggil pemborongnya,” ucapnya singkat sambil menandatangani berkas-berkas di mejanya.

Untuk kesekian kalinya kami bertemu lagi dengan Endang di UPT Bina Marga untuk klarifikasi. “Memang betul pengaspalan tersebut banyak bolong dan mengelupas terutama di km 3.700 terkelupas karena air hujan namun kami sudah meminta pemborong memperbaikinya, kurang lebih 6 titik, pengawasan harusnya ada di konsultan Pak Dadang orangnya Petinggi DPRD,” ujarnya sambil memberikan nomor telepon Dadang kepada kami.

“Untuk monitoring saya sudah foto-foto waktu pengaspalan tersebut suhunya, ini hasil gembur untuk ketebalan 4 cm gemburnya saya colok 4,8 cm, ada yang 5cm bahkan 5,4 cm. Untuk RAB yang anda minta kami tidak punya, silahkan tanya ke PT. Dressa,” ujarnya, yang sangat aneh menurut kami, padahal harusnya ada salinan copy RAB di UPT tersebut.

Ketika Tim Wartawan mengukur ketebalan di aspal ataupun hotmix menggunakan penggaris di lokasi tersebut, buktinya di beberapa tempat yang berlubang di tengah memang hanya sekitar 1,3 dan 1,5 cm bervariasi, karena dasar aspal yang lama terlihat jelas, padahal lokasi ini Jalan raya Kelas 3 bukan jalan lingkungan.

Inipun mengundang keanehan karena pengawasan yang dilakukan konsultan dan Pihak UPT terkesan asal-asalan, sehingga Kontraktor asal-asalan dan bekerja tidak sesuai spek.

Kini tampak memang sudah sebagian besar ditambal dan diperbaiki, namun yang tetap menjadi persoalan adalah spesifikasi yang tidak sesuai standar lah yang jadi inti nya sehingga jalan jadi mudah rusak.

Demikian penelusuran Tim Wartawan KM di lokasi pembangunan Jalan Cikampak-Pasar Salasa Kecamatan Ciampea, yang diduga tidak sesuai Spek. (TIM KM)

Advertisement
Komentar Facebook

1 Trackback / Pingback

  1. DBMP Bantah Penyelewengan pada Pemeliharaan Jalan Cikampak-Pasar Salasa – KUPAS MERDEKA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*