Sejumlah Oknum PNS Berkolaborasi Dengan Biong Diduga Gelapkan Aset Pemda

Bangunan eks RM Rajibta yang menimbulkan persoalan ruislag, atau tukar guling, tanah milik Pemda (dok. KM)
Bangunan eks RM Rajibta yang menimbulkan persoalan ruislag, atau tukar guling, tanah milik Pemda (dok. KM)

BOGOR (KM) – Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Sukabumi yang telah digelandang ke hotel prodeo akibat menggelapkan tanah ruislag (tukar guling), seharusnya juga menjadi acuan bagi penegak hukum di Kabupaten Bogor.

Pasalnya, di Bumi Tegar Beriman termasuk daerah yang marak terjadi penggelapan tanh ruislag yang dipermainkan sejumlah oknum PNS demi keuntungan semata.

Dari penuturan salah satu warga berinisial SB mengatakan, dirinya mengatakan, setahu dirinya tanah yang dulu menjadi RM Rajibta, dulunya merupakan kampung dimana dirinya dilahirkan.

Sekitar tahun 1989, sejumlah warga setempat mempunyai tempat tinggal atau tanah di lokasi bekas RM Rajibta. Dan warga mendapatkan ganti rugi sebanyak 1:3 dalam artian warga yang mempunyai tanah 100 meter ditukar tanah negara seluas 300 meter dikawasan Poncol Cibinong.

“Setahu saya lebih dari 30 KK yang mendapatkan ganti rugi tanah miliknya ke tanah negara di wilayah Poncol Rt 04/08 kelurahan Sukahati. Kalaupun tanah eks kampung kami menjadi RM Rajibta yang kini sudah tutup namun sekarang diakui seorang biong tanah berinisial MN saya tidak mengatahuinya karena setahu kami tanah tersebut milik Pemda Bogor yang ditukar ke Poncol yang menjadi kampung kami saat ini,” ujar SB.

SB menambahkan, dirinya pernah mendengar tahun 2002 biong tanah tersebut menukar tanah Rajibta ke tanah miliknya di kawasan stadion Pakan Sari. “Namun letak persisnya saya tidak tahu,” paparnya.

Advertisement

Saat KM mengkonfirmasi kepada pejabat mantan lurah Pakansari saat itu, IS, dirinya mengatakan ketika itu datang seorang biong tanah berinisial MN meminta surat rekomendasi kepada dirinya yang sudah ditandatangi oleh pejabat berwenang yang salah satu camat Cibinong berinisial YZ.

“Saya didatangi MN cs yang membawa surat yang sudah ditandatangi pejabat lainnya, sehingga saya juga ikut menandatangi berkas tersebut dan tidak ada dasar saya menolak karena pejabat berkompeten lainnya sudah menandatanginya,” kilah IS.

Dan saat Kupas Merdeka mendatangi mantan camat Cibinong ketika dijabat YN, dirinya berkilah bahwa tidak ikut serta berkolaborasi tanah ruislag eks RM Rajibta. Bahkan dirinya mengatakan dirinya terkesan dijebak oknum PNS serta biong yang mengurus lokasi tanah tersebut.

Melihat itu, ketua Bogor Anti Coruption Organitation Kabupaten Bogor, Rahmatullah merasa geram karena saat ini, masih saja terjadi kecurangan aset Pemda yang hilang dan oknum yang bermain masih saja menghirup udara bebas tanpa tersentuh hukum.

“Kalau mau diusut penegak hukum, sebenarnya mudah saja karena pemainnya sudah jelas, namun penegak hukum sepertinya masih tutup mata melihat kecurangan yang terjadi dikisruhnya rislah RM Rajibta,” pungkasnya. (Wawan/aril/faizal)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*