Puluhan Tahun Jalan Rusak, Pemkab Bogor Kurang Tanggap

Jalan desa di Leuwisadeng yang rusak sejak 2007 dan hingga kini belum mendapatkan tanggapan dari Pemkab Bogor (dok. KM)

LEUWISADENG (KM) – Minimnya perhatian pemerintah Kabupaten Bogor terhadap infrastruktur jalan yang ada di pelosok Desa membuat masyarakat kecewa. Banyak jalan di desa masih belum tersentuh oleh pemerintah kabupaten Bogor, sedangkan kabupaten Bogor mempunyai cita-cita menjadi kabupaten termaju di Indonesia. Jalan yang berlubang tersebut kerap menimbulkan kecelakaan.

Selama puluhan tahun warga Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor belum merasakan perbaikan di jalan Pasir Bayur. Jalan sepanjang 4,5 km ini sebelumnya diajukan untuk menjadi jalan kabupaten, namun belum mendapatkan respon dari pemerintah.

Warga dan Kepala Desa merasa kecewa karena dari tahun 2007 sudah mengajukan untuk menjadi jalan Kabupaten tapi sampai saat ini belum di realisasi. Mamur, warga Pasir Awi menyesalkan sikap Pemerintah Kabupaten yang lambat dalam pembangunan jalan. “Sudah lama kami harus lewati jalan yang rusak parah dan untuk pengajuan jalan menjadi jalan kabupaten sudah di ajukan dari tahun 2007. Setiap musrembang selalu di bahas, baik musrembang desa maupun musrembang kecamatan. Dan kami sudah melakukan tanda tangan warga yang mengharapkan agar segera dijadikan jalan kabupaten, tapi sampai saat ini tidak ada realisasinya,” papar Mamur kepada Kupas Merdeka, Senin (01/02).

Hal serupa juga telah membuat kepala desa kecewa dan belum tahu harus bagaimana untuk bisa direalisasi menjadi jalan kabupaten, sedangkan anggaran dana desa tidak cukup untuk membangun jalan itu. “Tiap musrembang itu prioritas desa Leuwisadeng bahkan kemarin pun warga menghadiri musrembang dan untuk sementara tidak ada keinginan yang lain dulu tapi mereka meminta segera diajukan Jalan Kali Pasir Bayur tahun ini untuk dibangun. Saya juga sudah berupaya untuk pembangunan di infrastruktur sebagai salah satu penciri kabupaten Bogor termaju Indonesia, di antaranya infrastruktur jalan harus layak dan tidak ada daerah terisolir. Saya pun kemarin sampai kesal, ketika kemarin musrembang tingkat kecamatan dan diberikan pamplet pelaksanaan Pembangunan untuk 2016, ketika melihat jalan tersebut tidak ada untuk Pelaksanaan 2016. Dan hasilnya jalan itu belum masuk ke jalan kabupaten. Saya jadi lemes dengar nya,” papar Agus Sopiyan, Kepala Desa Leuwisadeng.

Advertisement

Hingga kini warga dan kepala desa terus berupaya untuk mencari solusi terbaik dan terus mendorong dan mengajukan lagi untuk menjadi jalan kabupaten. (Farid)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*