Pekerjaan Konsolidasi Pembangunan Jalan Paket 01Jadi Sorotan, Pemerhati Pertanyakan Teknis Pekerjaan

Bekasi (KM) – Proyek betonisasi jalan dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2026 Kota Bekasi, yang berjudul. Konsolidasi Pembangunan Jalan Paket- 01 dikerjakan oleh CV. Rejekia Tambah Jaya dengan anggaran keseluruhan RP. 1.049.860.607,37 di bagi beberapa titik pekerjaan, menuai sorotan keras sehingga menimbulkan pertanyaan publik.

 

Pasalnya, pekerjaan yang menggunakan anggaran pemerintah tersebut, melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, adapun salah satu pekerjaan dari kegiatan konsolidasi paket 1 yaitu, berlokasi di Perumahan Delta Rw07 Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan yang menghabiskan anggaran Rp.129.787.777, 86.

 

Ketika saat awak media monitoring dilokasi pekerjaan, nampak papan bagisting yang terpasang sebagian volum menggunakan ukuran papan 8 cm, parahnya lagi, kondisi yang tidak memakai papan bagesting ditemukan hanya 6 cm waktu diukur menggunakan alat meteran.

 

Tak hanya itu saja, untuk plastik sheet cor kurang memadai dan penggunaan gelaran agregat kelas A lapisan pondasi atas (LPA) bercampur puing.

 

Atas temuan itu, awak media mencoba untuk mempertanyakan hal tersebut ke pengawas UPTD yang bernama Wisnu, dirinya mengatakan sudah melakukan peneguran. Dari awal sampai beton datang sudah ada peneguran,”katanya.

 

Sementara, Wisnu, saat di tanya tentang volume, ia mengatakan, untuk panjang 100 meter lebar 4,5 meter, anehnya, menurut keterangan konsultan waktu dimintai tanggapan soal volume, Revi justru menjelaskan, panjang 128 meter dengan lebar 4,5 meter, sehingga pernyataan konsultan dan pengawas UPTD berbeda (tidak singkron) ada apa?.

 

Dari keterangan surat jalan mobil terakhir pengiriman muatan material beton (Molen Mixer) sampai dilokasi pekerjaan, hasil pemesanan hanya kumulatif 44 kubik.

 

Terpisah, Pemerhati Pembangunan infrastruktur Kota Bekasi, Samuel Tambunan menilai, pola permainan kontraktor dinilai merugikan masyarakat, dan hanya untuk mencari keuntungan yang lebih besar.

 

“Karena, ada beberapa item spesifikasi yang diduga tidak sesuai. Contohnya seperti plastik sheet terpasang tidak full, padahal pengunaan plastik pengecoran jalan mempunyai fungsi sebagai lantai kerja cor beton untuk menahan resapan obat beton, agar menahan air semen tidak keluar merembes,” jelas Samuel kepada kupasmerdeka.com Selasa, (29/9/2026)

 

Soal agregat puing, lebih lanjut Samuel, dikuatirkan akan menyebabkan keretakan, atau menyalahi aturan teknis konstruksi dan berisiko menurunkan kualitas jalan secara signifikan. Karena puing tidak memiliki kepadatan dan komposisi standar seperti batu pecah (split) atau kerikil.

 

Terkait pengggunaan papan begisting ukuran 8 cm, ini sangat jelas ada pengurangan bahan material beton yang dikerjakan kontraktor,”ungkapnya.

 

Menurut Samuel, kalau di hitung volume secara analisa, dengan rumus kebutuhan 128(P)x4,5m(L)x0.10cm(T)=57,6m3, namun pengiriman yang di pesan kontraktor hanya 44 kubik.

 

Dirinya menilai, hal ini berpotensi melanggar prinsip akuntabilitas penggunaan anggaran negara. Tidak menutup kemungkinan pula adanya indikasi penyimpangan dalam pengerjaan proyek ini,”ujarnya.

 

Maka dari itu, ia berharap Inspektorat selaku tim auditor internal Pemerintah Kota Bekasi dapat melakukan audit pembiayaan material pekerjaan ini sebelum dilakukan pembayaran oleh DBMSDA Kepada penyedia/kontraktor pelaksana, guna mengantisipasi kerugian masyarakat dan keuangan daeah Kota Bekasi,” pungkasnya. (Den)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.