Pamer KTA PSI, Jokowi Dinilai Tetap Sulit Dongkrak Suara Partai ke Senayan
JAKARTA (KM)— Langkah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang secara terbuka menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) diprediksi belum mampu menjamin partai tersebut menembus parlemen pada pemilu mendatang.
Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menilai kehadiran Jokowi tidak akan serta-merta meloloskan PSI melampaui ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4 persen.
Menurutnya, daya tarik politik mantan presiden tersebut sudah mengalami penurunan.
“PSI diperkirakan tetap sulit menembus batas 4 persen, terlebih jika ambang batas dinaikkan menjadi 5 persen. Hasil survei terbaru Poltracking saja mencatat elektabilitas PSI masih berada di angka 2,3 persen,” ujar Jerry, Minggu (27/9/2026).
Jerry menambahkan, keterlibatan aktif Jokowi dalam panggung politik tak otomatis mendongkrak daya tawar PSI. Salah satu kendala utamanya adalah minimnya ketokohan kader internal jika dibandingkan dengan partai-partai besar seperti Golkar, Gerindra, maupun PDI Perjuangan.
“Perolehan suara PSI diperkirakan hanya akan tertahan di kisaran 3 persen. Untuk melampaui angka itu, mereka butuh kerja ekstra keras di lapangan,” lanjutnya.
Sebelumnya, Jokowi secara resmi memperlihatkan KTA PSI saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kota Bandung pada Sabtu (26/9/2026), sekaligus menegaskan status keanggotaannya di partai yang kini dipimpin oleh putranya, Kaesang Pangarep.
Reporter: rso
Leave a comment