Diduga Alami Perundungan di Sekolah dan Asrama, Siswi Alexandria Islamic School Alami Kecemasan, Keluarga Minta Klarifikasi

Animasi AI

BEKASI (KM) – Dugaan perundungan terhadap seorang siswi berusia 15 tahun di lingkungan sekolah dan asrama Alexandria Islamic School, Bekasi, mencuat setelah keluarga menunjukkan dokumen Laporan Skrining Kecemasan Remaja.

Redaksi Kupas Merdeka memperoleh dokumen yang diterbitkan Layanan Psikologi “INTUIPSI” berdasarkan pemeriksaan pada 31 Agustus 2026. Demi kepentingan terbaik anak, identitas lengkap siswi tidak ditampilkan dalam pemberitaan ini.

Dokumen tersebut menjelaskan pemeriksaan dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi psikologis anak setelah mengalami situasi yang dirasakan tidak menyenangkan di lingkungan sekolah dan asrama, khususnya yang melibatkan kakak kelas dan teman sebaya.

Laporan psikologis mencatat adanya peningkatan kecemasan dan dampak terhadap rasa aman serta kondisi emosional anak. Keluarga meminta permasalahan yang ditelusuri, sementara pihak sekolah dan pengelola asrama perlu diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi.

Kronologi Versi Laporan Psikologis

Dalam bagian kasus riwayat, laporan mencatat persoalan bermula saat siswi tersebut sedang bersama teman-temannya pada waktu luang.

Saat itu, anak mengetahui dirinya sedang dicari oleh kakak kelas melalui grup percakapan dengan kalimat yang dinilainya kurang pantas. Kondisi itu membuat merasa khawatir dan sedih.

Ketika kembali ke asrama, anak bersama temannya disebut diteriaki siswa lain di tempat terbuka dan disaksikan banyak orang. Akibat peristiwa itu, anak dilaporkan merasa takut dan cemas hingga memilih berada di kamar guru hingga malam karena merasa khawatir akan kembali mendapat perlakuan tidak menyenangkan.

Dalam proses konseling, anak menyampaikan pernah diteriaki sekelompok siswa dengan kalimat: “Woi, Malu Woi…” saat kegiatan absensi. Menurut laporan, saat itu anak disebut telah memperoleh izin untuk menggunakan waktu luangnya ketika siswa lain mengikuti kegiatan tersebut.

Sekitar pukul 21.00, anak-anak menghubungi orang tua melalui telepon dan menyampaikan kondisinya. Orang tua kemudian menjemput anak beserta seluruh barang pribadinya dari asrama. Keluarga menyebut hingga kini anak masih mengalami trauma dan lebih banyak mengurung diri.

Menunggu Klarifikasi Sekolah

Redaksi masih berupaya menghubungi pihak Alexandria Islamic School dan pengelola asrama untuk mendapatkan klarifikasi dan langkah penanganan terkait dugaan tersebut. Prinsip keberimbangan dan perlindungan anak menjadi perhatian utama dalam pemberitaan ini.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi.

Catatan Redaksi: Pemberitaan ini disusun berdasarkan dokumen skrining psikologis yang disampaikan keluarga dan belum merupakan kesimpulan hukum. Redaksi membuka ruang hak jawab bagi pihak sekolah.

Reporter: Gats

Editor: Yoe

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.