Bogor Terkena Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Sekolah Mulai Diliburkan
BOGOR (KM) – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, masih berlangsung hingga Sabtu (5/9) pagi. Erupsi menerus yang dimulai sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB tersebut disertai terdengarnya dentuman dan suara gemuruh dari Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau di Pasauran.
Terdengarnya dentuman dan suara gemuruh dari Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau menjadi bagian dari aktivitas erupsi yang masih berlangsung. Masyarakat diminta tidak mendekati kawasan gunungapi untuk melihat aktivitas erupsi maupun mengambil gambar atau video, mengingat masih terdapat potensi lontaran material dari kawah aktif.
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau periode pengamatan Sabtu (5/9) pukul 00.00–06.00 WIB, erupsi masih berlangsung dan secara visual diinterpretasikan sebagai fenomena lava fountain atau lava air mancur yang teramati pada malam hari. Dalam pemantauan visual, gunungapi teramati jelas hingga tertutup kabut dengan tingkat kabut 0–III, sementara asap kawah tidak teramati.
Kamera CCTV pengamatan di lapangan dilaporkan tidak beroperasi setelah terkena lontaran material vulkanik. Dari sisi kegempaan, tercatat satu kejadian letusan dengan amplitudo 70 milimeter dan durasi yang tercatat dalam laporan selama 21.600 detik. Kondisi cuaca di sekitar gunungapi berawan hingga mendung, dengan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat laut.
Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III (Siaga). PVMBG melalui Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Sementar itu, debu dari dampak erupsi juga mulai dirasakan ke luar daerah lainnya, seperti Jawa Barat, salah satunya di wilayah Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.
Debu mulai terlihat mengotori udara wilayah Cigudeg pada Minggu (6/9) pagi. Tampak terlihat rumah warga dan motor yang diparkir di halaman rumah terlapisi oleh debu.
Bahkan, untuk menjaga keselamatan dan kesehatan Peserta Didik, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor meliburkan proses belajar mengajar selama dua hari.
Pengumuman libur tersebut dikeluarkan pada Minggu 6 September 2026 oleh disdik Kabupaten Bogor melalui surat edaran Nomor 800.1.11.1/90-Sekretariat tentang Mitigasi Abu Vulkanik dan Pembelajaran Jarak Jauh yang dimulai sejak Senin 7 September – Selasa 8 September 2026.
Reporter: set
Leave a comment