Pakar Politik Usulkan Gelar ‘Raja Ngibul’ untuk Jokowi, Sebut Klaim IKN dan Esemka Penuh Dusta
JAKARTA (KM) – Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie melontarkan kritik tajam terhadap mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Melalui pernyataannya, Jerry mengusulkan agar Jokowi dianugerahi gelar “Raja Ngibul” lantaran dinilai kerap menyampaikan informasi yang tidak sesuai fakta atau penuh tipu muslihat.
Jerry menilai, ambisi politik Jokowi pasca-pensiun justru mengganggu kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyayangkan sikap mantan presiden ketujuh itu yang dianggap tak beretika dan berbeda jauh dengan pendahulunya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang memilih menikmati masa pensiun dengan kegiatan yang lebih tenang seperti melukis.
“Saya pikir ini bagian mengganggu kinerja Prabowo lantaran manuver Jokowi memang sudah di luar nalar. Sebagai mantan presiden tapi semua tindakannya tak beretika, tak bermoral dan tak berakal,” ujar Jerry dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).
Jerry menyinggung kontroversi gelar kehormatan yang sempat diterima Jokowi, yaitu Raja Lamping dan Raja Timor. Menurutnya, kedua gelar tersebut telah digugat dan terbukti palsu, sama halnya dengan dugaan pemalsuan ijazah yang selama ini melekat pada sosok mantan wali kota Solo itu.
Lebih lanjut, Jerry merinci sejumlah klaim Jokowi yang menurutnya merupakan “ngibul” atau kebohongan publik. Daftar tersebut mencakup produksi massal mobil Esemka, ratusan investor untuk Ibu Kota Nusantara (IKN), hingga janji-janji politik terkait anak-anaknya.
“Katanya dusta semua 6.000 produksi mobil Esemka (ngibul), Esemka buatan anak bangsa (ngibul), ratusan investor IKN (ngibul),” paparnya.
Jerry juga menyoroti pernyataan Jokowi soal anaknya yang disebut-sebut akan kembali ke politik atau membawa ijazah asli ke sidang, serta janji bahwa Indonesia tidak akan impor pangan dan gedung-gedung IKN akan berdiri kokoh pada awal 2026. Menurut Jerry, realitas di lapangan menunjukkan hal sebaliknya.
“Jadi dari 100 persen perkataan Jokowi, 99 persen ngibul tak ada yang benar. Saya mau memberikan gelar pada Jokowi sebagai ‘Raja Ngibul’.
Alasannya sederhana yakni semua omongannya penuh tipu-muslihat, dusta dan ngibul,” tegas Jerry.
Kritik ini muncul di tengah dinamika politik nasional yang kian memanas menjelang pemilu 2029, di mana spekulasi mengenai peran Jokowi dalam peta elektoral Gibran Rakabuming Raka masih menjadi perbincangan hangat di kalangan pengamat maupun masyarakat.
Reporter: rso
Leave a comment