Mundurnya Daud Joseph dari Pos Indonesia: Kursi Panas yang Ditinggalkan
JAKARTA (KM)— Hanya tiga bulan duduk di kursi Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Daud Joseph resmi mengajukan pengunduran diri pada 2 Juli 2026. Keputusan mengejutkan ini diumumkan langsung oleh Corporate Secretary Pos Indonesia, Iwan Gunawan, yang menegaskan bahwa langkah tersebut murni berasal dari pertimbangan pribadi Daud.
Daud sebelumnya diangkat melalui Keputusan Para Pemegang Saham Nomor 168 Tahun 2026/SK.065/DI-DAM/DO/2026 tertanggal 11 Maret 2026. Dengan latar belakang pendidikan Teknik Metalurgi Universitas Indonesia dan gelar Master of Global Management dari Thunderbird School of Global Management, ia dikenal sebagai eksekutif berpengalaman. Karier panjangnya meliputi Astra International, Sinarmas Agribusiness and Food, Triputra Agro Persada, hingga Transjakarta, di mana ia memimpin 6.500 karyawan dan mencatat rekor 1,4 juta penumpang per hari.
Sehari setelah pengumuman, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengungkapkan hasil uji tuntas yang menemukan persoalan serius di tubuh Pos Indonesia.
Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara, Rohan Hafas, menyebut adanya indikasi dugaan rekayasa keuangan yang kini tengah diaudit dan diinvestigasi.
“Daud sendiri menyimpulkan bahwa Pos Indonesia membutuhkan perombakan fundamental. Kompleksitas masalah yang ada dinilai membutuhkan keahlian lebih spesifik, sehingga ia memilih mundur agar restrukturisasi dapat dijalankan oleh sosok yang lebih tepat,” ungkapnya.
Data keuangan menunjukkan betapa rapuhnya fondasi perusahaan. Ketika bantuan proyek pemerintah pada 2025 turun ke Rp300 miliar, pendapatan Pos Indonesia langsung merosot ke Rp3,9 triliun. Perusahaan yang berdiri sejak 1746 ini ternyata masih belum mampu menopang dirinya tanpa sokongan negara.
Danantara menegaskan tidak ada ruang bagi praktik yang merusak tata kelola perusahaan. Seluruh temuan akan diproses secara transparan dan sesuai jalur hukum. Kepemimpinan baru tengah disiapkan untuk melanjutkan agenda restrukturisasi, meski nama pengganti Daud Joseph belum diumumkan.
Kepergian Daud Joseph menegaskan bahwa kursi Direktur Utama Pos Indonesia bukan sekadar jabatan strategis, melainkan kursi panas yang menuntut keberanian menghadapi masalah laten. Siapa pun yang akan duduk di sana, harus siap menghadapi bara yang sudah lama menyala.
Reporter: rso
Leave a comment