KNPI Jasinga Desak Pemkab Bogor Tuntaskan Krisis Irigasi, Minta Bantuan Gubernur Jabar Jika Anggaran Tak Mampu

BOGOR (KM) – Persoalan infrastruktur irigasi di wilayah Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, kembali menjadi sorotan. Ketua PK KNPI Jasinga, Ama Dery, mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor segera mengambil langkah konkret untuk menuntaskan kerusakan jaringan irigasi yang telah berlangsung sejak bencana banjir bandang pada awal 2020.

 

Menurut Dery, sedimentasi yang tinggi, tumbuhan liar, serta kerusakan fisik saluran irigasi menjadi penyebab utama terganggunya distribusi air ke lahan pertanian di wilayah hilir. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap produktivitas para petani.

 

Persoalan itu dirasakan langsung KNPI Jasinga saat bersama Kelompok Tani Dasa Mitra Mandiri melaksanakan program ketahanan pangan dan melakukan panen padi di Kampung Tarisi, Desa Bagoang, Kecamatan Jasinga, pada Sabtu (20/6/2026). Dari lahan sekitar dua kotak sawah, hasil panen dinilai jauh dari harapan akibat pasokan air yang tidak optimal.

 

“Minimnya hasil panen bukan semata-mata karena musim kemarau, tetapi karena distribusi air terganggu akibat saluran irigasi yang rusak dan tersumbat,” ujar Dery.

 

Ia mengungkapkan, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan irigasi. Berdasarkan informasi dari Unit Pelaksana Teknis (UPT), anggaran pemeliharaan rutin pada 2025 hanya sekitar Rp2,2 miliar, sedangkan kebutuhan ideal diperkirakan mencapai Rp20 miliar agar perbaikan dapat dilakukan secara menyeluruh.

 

Akibat minimnya anggaran, pemeliharaan irigasi selama ini masih mengandalkan gotong royong antara petani, pemerintah desa, dan UPT. KNPI Jasinga sendiri telah beberapa kali terlibat langsung dalam kegiatan pembersihan sedimentasi di sejumlah titik sejak 2023, termasuk di Desa Setu, Desa Sipak, dan wilayah hulu lainnya.

Dery menilai, apabila Pemerintah Kabupaten Bogor tidak memiliki kemampuan anggaran yang memadai, maka sudah seharusnya mengajukan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

 

“Kalau memang anggaran daerah tidak cukup, lebih baik meminta bantuan kepada Gubernur Jawa Barat, Bapak Dedi Mulyadi, agar penanganan irigasi di sepanjang Bendung Cidurian hingga Sodong bisa segera diselesaikan,” tegasnya.

 

Ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak hanya merespons keluhan petani secara seremonial atau sekadar membangun citra di media sosial tanpa diikuti tindakan nyata di lapangan.

 

“Yang dibutuhkan petani adalah solusi konkret. Jangan hanya merespons di media sosial, tetapi lokasi yang dikeluhkan tidak pernah didatangi, apalagi diperbaiki,” katanya.

 

Melalui keterlibatan langsung dalam program ketahanan pangan, KNPI Jasinga mengaku dapat merasakan beratnya tantangan yang dihadapi petani selama bertahun-tahun akibat persoalan irigasi yang tak kunjung tuntas.

 

“Kami yang baru sekali menanam saja sudah merasakan miris. Apalagi para petani di sini yang sudah enam tahun menghadapi persoalan yang sama. Mereka membutuhkan perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah,” pungkas Dery.

 

Reporter : Septiawan

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.