Bocah 9 Tahun di Bogor Tewas Diserang 4 Anjing Pemburu Babi, Polisi Tetapkan Pemilik Jadi Tersangka
BOGOR (KM) – Nasib tragis menimpa seorang anak berusia 9 tahun asal Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor bagian barat. Korban meregang nyawa setelah diserang secara brutal oleh empat ekor anjing pemburu babi hutan di kawasan hutan Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, pada Minggu (7/6).
Merespons kejadian tersebut, Polres Bogor bergerak cepat dengan mengamankan pemilik anjing dan menetapankannya sebagai tersangka.
Kapolres Bogor melalui Kasat PPA Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri, mengungkapkan bahwa peristiwa memilukan ini bermula saat korban sedang memancing belut di sekitar kawasan hutan. Secara tiba-tiba, empat ekor anjing pemburu milik komunitas pemburu babi hutan mengejar dan menyerang korban. Akibat serangan brutal tersebut, korban mengalami luka parah di sekujur tubuhnya.
“Korban mengalami luka di bagian kaki, tangan, kepala, hingga kuping kanannya hilang,” ujjar AKP Silfi Adi Putri dalam konferensi pers di Mako Polres Bogor, Senin (08/06).
Atas kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain, polisi telah menetapkan seorang pria berinisial Y, warga DKI Jakarta, sebagai tersangka. Y diketahui merupakan anggota dari komunitas Pemburu Babi Hutan Rengganis.
Tersangka Y kini ditahan dan dijerat dengan Pasal 474 ayat 3 dan Pasal 363 huruf C KUHP. Atas perbuatannya, tersangka terancam hukuman pidana penjara maksimal 5 hingga 9 tahun.
“Dalam perkara meninggalnya Muhammad Adebaran Musafa akibat kelalaian pelaku atau tersangka, kami mengamankan Y dan menjadikannya tersangka,” tegas Silfi.
Sementara itu, empat ekor anjing pemburu yang menyerang korban dilaporkan telah mati. AKP Silfi menjelaskan, kematian anjing anjing tersebut terjadi karena diduga kelalaian pemilik saat proses pemeriksaan.
“Empat ekor anjing itu mati karena saat Y diperiksa di Mako Polsek Jasinga, sopir mobilnya lupa membuka kaca jendela. Akibatnya, anjing-anjing tersebut mati lemas karena kehabisan napas,” jelasnya.
Meski anjing-anjing tersebut sudah mati, pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan medis. Berdasarkan hasil autopsi dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor, ditemukan bercak darah pada mulut dua dari empat anjing tersebut, yang diduga kuat merupakan darah korban.
“Kami juga sudah mengambil sampel darah anjing tersebut untuk memeriksa apakah hewan-hewan itu mengidap penyakit rabies atau tidak,” pungkas Silfi.
Reporter : Bayu
Leave a comment