Baru Selesai Dikerjakan Tiga Minggu Proyek Betonisasi Di Cikiwul Sudah Retak, Dinas BMSDA Kota Bekasi Lakukan Ketegasan

Keterangan Foto: Proyek Pemeliharaan Jalan Kota Bekasi (Jalan Lingkungan RT 02/06 Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargerbang, Kota Bekasi.

Kota Bekasi (KM) – Proyek betonisasi atau pengecoran jalan lingkungan yang berjudul, Pemeliharaan Jalan Kota Bekasi (Jalan Lingkungan RT 02/06 Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargerbang, yang dikerjakan oleh CV. Jaya Putra Mandiri dengan nilai anggaran Rp. 140.722.267,98 membuat geram warga sekitar.

 

Penyebabnya, kondisi jalan yang dibeton itu kini sudah mengalami retak-retak di beberapa titik badan jalan, meskipun pengerjaannya baru berakhir tiga minggu yang lalu namum sudah terjadi kerusakan.

 

Oleh sebab itu warga menilai pengerjaan proyek tersebut telah dilakukan pihak kontraktor secara asal-asalan.

 

‎Menurut warga setempat, Karmanto, garis-garis retakan terlihat memanjang di beberapa titik waktu pekerjaan itu baru selesai. Kondisi ini memunculkan dugaan kuat bahwa kualitas pekerjaan tidak memenuhi standar teknis yang semestinya.

 

Informasi yang saya ketahui, proyek tersebut bersumber dari anggaran APBD melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi,”kata Karmanto kepada kupasmerdeka.com Selasa (16/6/2026).

 

Kami sebagai masyarakat berharap, pihak dinas terkait mengevaluasi mutu pekerjaan ini. Jangan sampai anggaran ratusan juta malah tidak menghasilkan pembangunan yang berkualitas.

 

Ia mengaku pernah mempertanyakan retakan itu kepada salah satu pekerja di lapangan, namun respons yang diterimanya justru dianggap seolah dirinya tidak memahami teknis,”ungkap Karmanto.

 

Pemerhati Pembangunan infrastruktur Kota Bekasi, Samuel T, memberikan tanggapan serius atas kondisi jalan tersebut. Menurutnya, keretakan dini pada beton adalah indikator kuat bahwa pekerjaan dilakukan secara asal-asalan dan berpotensi merugikan masyarakat.

 

Keretak pada kondisi jalan yang dikerjakan kontraktor, itu bukan hal wajar. Ini sinyal bahwa kualitas pekerjaan sangat jauh dari harapan, dirinya menduga kuat ada kelalaian teknis atau bahkan pengurangan mutu material dalam pekerjaan ini, proyek seperti ini tidak boleh dibiarkan,” tegas Samuel.

 

‎Kerusakan betonisasi jalan, lanjut Samuel, publik menjadi alarm keras bahwa pengawasan dan kualitas proyek infrastruktur daerah masih jauh dari harapan. Masyarakat menunggu sikap tegas DBMSDA Kota Bekasi sebagai penanggung jawab anggaran, bukan sekadar diam di tengah munculnya indikasi kejanggalan yang semakin terang benderang.

 

Maka dari itu, dirinya meminta dinas maupun Inspektorat turun tangan. Uang rakyat tidak boleh dijadikan bancakan, masa pekerjaan baru tiga minggu sudah retak, ini adalah bentuk pelecehan terhadap masyarakat,”pungkasnya. (Den)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*