Analisa Pakar: Jokowi Terlalu Dini Kampanye untuk Pilpres 2029
JAKARTA (KM)– Wacana mengenai pasangan calon pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai menjadi perbincangan di ruang publik.
Namun, Direktur Political & Public Policy Studies Jerry Massie menilai pembahasan mengenai komposisi pasangan calon masih terlalu dini mengingat tahapan resmi pemilu belum dimulai.
Pakar politik Jerry Massie menilai spekulasi bahwa Presiden Prabowo Subianto akan kembali berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2029 belum memiliki dasar politik yang kuat.
Menurutnya, keputusan mengenai pasangan calon akan sangat bergantung pada dinamika politik, kebutuhan koalisi, serta evaluasi kinerja pemerintahan dalam beberapa tahun ke depan.
Di sisi lain, aktivitas Joko Widodo yang belakangan kerap hadir dalam berbagai kegiatan publik juga menjadi perhatian. Sebagian kalangan menilai langkah tersebut berpotensi ditafsirkan sebagai bentuk dukungan politik terhadap tokoh atau partai tertentu.
Namun, hingga kini belum ada penetapan tahapan kampanye oleh penyelenggara pemilu sehingga setiap dugaan pelanggaran tetap harus dibuktikan melalui mekanisme hukum dan pengawasan yang berlaku.
Pengamat juga menyoroti pentingnya menjaga etika politik agar tidak menimbulkan persepsi bahwa proses politik telah dimulai sebelum waktunya.
“Apabila terdapat dugaan pelanggaran aturan pemilu, penilaiannya merupakan kewenangan lembaga yang berwenang berdasarkan peraturan perundang-undangan,” ujarnya, Minggu (28/6/2026).
Terkait peluang pasangan calon pada Pilpres 2029, sejumlah nama dinilai berpotensi menjadi alternatif pendamping Presiden Prabowo apabila kembali maju. Beberapa tokoh yang kerap disebut antara lain Purbaya Yudhi Sadewa, Andi Amran Sulaiman, Agus Harimurti Yudhoyono, maupun tokoh partai lain seperti Zulkifli Hasan, Muhaimin Iskandar, Puan Maharani, serta Surya Paloh.
“Presiden Prabowo pada akhirnya akan mempertimbangkan sosok wakil yang dinilai mampu melengkapi kapasitas kepemimpinan, memiliki pengalaman pemerintahan, serta mampu membangun stabilitas koalisi,” ungkapnya.
Meski demikian, seluruh pembahasan mengenai pasangan calon masih bersifat spekulatif. Penentuan calon presiden dan calon wakil presiden baru akan ditetapkan oleh partai politik atau gabungan partai politik menjelang tahapan resmi Pemilu 2029 sesuai ketentuan yang berlaku.
Reporter: rso
Leave a comment