Peringati Haul ke-56 Bung Karno, PDI Perjuangan Banten Gelar Istigasah dan Tausiah Kebangsaan!

Keterangan Foto : Haul Akbar Bung Karno ke-56 yang digelar di Pondok Pesantren Darul Ibtida di Kampung Jaha, Desa Malangnengah, Kecamatan Pagedangan Tangerang Banten, Minggu Malam (28/06/2026) (Dok: KM/Luky Lukmansyah)

TANGERANG (KM) – Ribuan jamaah menghadiri Haul Akbar Bung Karno ke-56 yang digelar di Pondok Pesantren Darul Ibtida pimpinan Hasan Ubedilah, Kampung Jaha, Desa Malangnengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Minggu (28/6/2026).

Kegiatan yang dirangkai dengan istigasah, santunan anak yatim, ceramah kebangsaan, dan pemutaran film dokumenter Bung Karno berlangsung khidmat serta dihadiri tokoh agama, pejabat daerah, dan kader PDI Perjuangan.

Istigasah dipimpin oleh Abuya K.H. Abdul Aziz Dimyati, sementara tausiyah disampaikan oleh K.H. Abah Elang Mangkubumi. Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Muhlis, S.H., Anggota DPRD Provinsi Banten Fraksi PDI Perjuangan, sebagai penanggung jawab acara.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Malangnengah, Tata Suharta, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Malangnengah sebagai tuan rumah penyelenggaraan Haul Akbar Bung Karno ke-56.

“Kami mengucapkan terima kasih karena Desa Malangnengah dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan Haul Akbar Bung Karno. Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat,” ujarnya.

Keterangan Foto :
Haul Akbar Bung Karno ke-56 yang digelar di Pondok Pesantren Darul Ibtida di Kampung Jaha, Desa Malangnengah, Kecamatan Pagedangan Tangerang Banten, Minggu Malam (28/06/2026) (Dok: KM/Luky Lukmansyah)

Acara tersebut turut dihadiri Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten Ade Sumardi, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Marinus Gea, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, Camat Pagedangan Daniel Ramdani, Camat Legok Yusuf Fachroji, anggota DPRD Kabupaten Tangerang Dapil 6, jajaran KNPI Kecamatan Legok, serta Ansor dan Banser yang turut mengawal jalannya kegiatan.

Muhlis, S.H., berharap kegiatan Haul Bung Karno dapat menjadi agenda rutin yang mendapat dukungan dari pemerintah daerah.

“Kami berharap Haul Akbar Bung Karno dapat menjadi agenda tahunan yang terus didukung pemerintah daerah sebagai upaya memperkuat nilai kebangsaan, persatuan, dan semangat gotong royong,” kata Muhlis.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, Ade Sumardi, menegaskan bahwa Bung Karno memiliki hubungan yang erat dengan kalangan ulama.

“Bung Karno adalah seorang santri. Dalam setiap persoalan kenegaraan, beliau kerap meminta pandangan dan berdiskusi dengan para alim ulama. Hal itu menunjukkan bahwa perjuangan kebangsaan dan nilai-nilai keagamaan berjalan beriringan,” jelasnya.

Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneruskan semangat perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Semangat perjuangan Bung Karno harus diwujudkan dengan pembangunan yang melibatkan seluruh masyarakat. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri, tetapi harus bersinergi dengan masyarakat untuk memajukan Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Marinus Gea, menegaskan bahwa Bung Karno merupakan tokoh utama dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, tidak pernah ada bukti yang membuktikan keterlibatan Bung Karno dalam tuduhan yang pernah dialamatkan kepadanya.

Hal tersebut, kata Marinus, telah ditegaskan melalui Pencabutan TAP MPRS Nomor XXXIII/MPRS/1967 serta pemulihan nama baik Bung Karno.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film dokumenter perjalanan perjuangan Bung Karno, sebelum ditutup dengan ceramah kebangsaan yang mengajak masyarakat meneladani semangat persatuan, gotong royong, dan cinta tanah air.

Haul Akbar Bung Karno ke-56 bukan sekadar mengenang jasa Sang Proklamator, tetapi menjadi momentum memperkuat persatuan bangsa, mempererat ukhuwah, serta menginspirasi generasi muda untuk meneruskan perjuangan melalui karya, pengabdian, dan kepedulian terhadap sesama.

Sebab, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati sejarah dan mampu mewariskan semangat perjuangan kepada generasi penerus.

Reporter: Luky/HSMY
Editor: Drajat

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.