GAPURA Ungkap Skandal Dugaan Korupsi Dana Pendidikan di Kota Bogor, Sinyalir Keterlibatan Oknum Pejabat
BOGOR (KM) – Gerakan Pemuda Bogor Raya (GAPURA) secara tegas mengungkap dugaan skandal korupsi dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Non-Formal Tahun 2025 di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bogor.
Berdasarkan hasil investigasi lapangan dan kajian internal, GAPURA menemukan indikasi kuat adanya praktik penyimpangan anggaran yang diduga melibatkan oknum pejabat pada bidang PAUD dan PNF/Kesetaraan.
Dugaan ini bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan mengarah pada pola sistematis yang berpotensi merugikan keuangan negara.
Adapun temuan utama meliputi:
• Penyalahgunaan anggaran: Dana operasional pendidikan diduga digunakan tidak sesuai peruntukan sebagaimana diatur dalam petunjuk teknis.
• Manipulasi data penerima: Indikasi rekayasa data peserta didik, termasuk dugaan keberadaan “siswa fiktif” untuk menggelembungkan alokasi dana.
• Kolusi dan nepotisme: Dugaan adanya pengaturan distribusi dana kepada lembaga tertentu secara tertutup dan tidak transparan.
• Potensi kerugian negara: Estimasi awal menunjukkan kerugian negara mencapai kurang lebih Rp10 miliar.
GAPURA menilai dugaan praktik ini berpotensi melanggar ketentuan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, khususnya terkait penyalahgunaan kewenangan dan perbuatan memperkaya diri sendiri atau pihak lain yang merugikan keuangan negara.
Ini bukan sekadar persoalan administratif, tetapi indikasi kuat kejahatan korupsi yang menyentuh sektor pendidikan—sektor yang seharusnya menjadi prioritas pembangunan bangsa.
Sebagai bentuk kontrol sosial dan komitmen terhadap pemberantasan korupsi, GAPURA akan menggelar aksi unjuk rasa besar.
Dalam aksi tersebut, GAPURA akan menyampaikan tuntutan tegas:
• Mendesak aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan dan penyidikan menyeluruh.
• Menuntut transparansi penuh dari Dinas Pendidikan Kota Bogor terkait penggunaan dana BOSP Non-Formal.
• Meminta pencopotan dan pemeriksaan terhadap pejabat yang diduga terlibat.
• Mendorong audit investigatif oleh lembaga berwenang.
• Menjamin pengembalian kerugian negara dan penegakan hukum tanpa pandang bulu.
GAPURA menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Jika tidak ada langkah konkret dari aparat penegak hukum, aksi lanjutan dengan skala yang lebih besar akan digelar.
“Kami tidak akan diam ketika dana pendidikan yang seharusnya untuk masyarakat justru diduga dikorupsi. Ini pengkhianatan terhadap masa depan generasi bangsa,” tegas perwakilan GAPURA.
Reporter : Ki Medi
Editor: Drajat
Leave a comment