Angkot Bogor “Status Quo”, Peremajaan Mandek – Pelaku Usaha Desak Kepastian Perwali

BOGOR (KM) – Proses penanganan penertiban dan penataan angkutan umum (angkot) hingga kini masih belum menampakkan perkembangan yang signifikan, bahkan bisa dikatakan status quo.

Pasalnya, kendaraan angkot tidak bisa melakukan peremajaan sejak bulan Januari 2026. Namun di sisi lain, pihak Dinas terkait juga sudah tidak melaksanakan razia angkot.

Salah seorang tokoh tranportasi Kota Bogor, Try Handoyo menjelaskan,
kondisi saat ini antara pemkot dan pihaknya sedang sama sama melakukan evaluasi lapangan, agar mendapat titik temu antara pemkot dan para pelaku usaha transportasi.

“Harapan kami agar persyaratan peremajaan bisa seperti yang kita harapkan di antara nya penataan ini berdasarkan jumlah kendaraan peremajaan existing (kendaraan yang jalan). Kami berharap pemkot punya program jangka 5 tahun yang di break down per tahun, agar terlihat jelas hasilnya,” jelasnya.

Adapun permohonan kebijakan yang diajukan para pelaku usaha angkot sebagai berikut:

1. Memohon agar mobil yang sudah direduksi bisa diremajakan.

2. Kendaraan yang msasih mau reduksi diperbolehkan, namun diberikan waktu.

3. Mobil yang untuk peremajaan yang belum berumur kurang dari 20 tahun.

4. Sebelum diremajakan, mobil tetap boleh beroperasi dan diberikan waktu. Apabila setelah waktu yang diberikan tetap belum diremajakan, mobil dikandangkan digarasi selama beberapa waktu, apabila tetap tidak diremajakan, maka izin trayek dibekukan menurut ketentuan dinas.

5. Yang tidak reduksi dipindah ke reuroting (trayek baru).

6. Agar secepatnya dibuatkan trayek baru.

Adapun untuk persiapan Perwali, para pelaku usaha angkot berharap agar perwali yang akan diterbitkan dapat  mengabulkan permohonan para pelaku usaha angkot tersebut.

“Pada saat ini kami menunggu ada pertemuan kembali membahas isi perwali, karena pernah ada FGD (Focus Group Discussion), tapi menurut kami pertemuan itu bukan berdiskusi, lebih banyak minta masukan,” ujarnya.

“Kabag hukum Pemkot saat itu menyampaikan kepada kami kemungkinan masih diperlukan beberapa pertemuan lagi untuk data data pendukung perwali,” pungkasnya.

Reporter: Ki Medi
Editor: Drajat

 

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.