Diguyur Hujan Deras, Tembok Perusahaan di Desa Cimanggis Ambruk Timpa Rumah Warga
BOGOR (KM) – Tragedi yang seharusnya bisa dicegah justru terjadi! Sebuah tembok perusahaan di RT 01/RW 13, Desa Cimanggis, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, ambruk dan menghantam rumah warga setelah diguyur hujan deras. Tiga orang dalam satu keluarga menjadi korban dalam peristiwa mengerikan ini.
Diduga kuat, bencana ini bukan sekadar musibah alam, melainkan buah dari kelalaian dan pembiaran yang berlangsung bertahun-tahun.
Korban berinisial R mengungkap fakta mencengangkan.
Ia menyebut gorong-gorong milik perusahaan yang berada tepat di belakang rumahnya sudah lama bermasalah dan tak pernah diperbaiki, meski telah berulang kali diperingatkan.
“Ini bukan baru sekali kami ingatkan! Sudah puluhan tahun! Tapi mereka tidak peduli. Seolah kebal dan merasa berkuasa,” tegas R dengan nada geram, Kamis (9/1/2026).
Hujan deras yang mengguyur tanpa henti sejak malam hingga sore hari membuat saluran air tak mampu menampung debit air. Akibatnya, tekanan air menghancurkan tembok perusahaan yang langsung menghantam rumah warga tanpa ampun.

Lebih miris lagi, korban juga menuding pemerintah desa ikut lalai. Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang sempat dijanjikan hanya berujung harapan palsu.
“Rumah kami cuma didata, difoto, tapi tidak pernah diperbaiki. Janji tinggal janji!” ungkapnya kecewa.
Pasca kejadian, penderitaan keluarga korban belum juga berakhir. Alih-alih mendapatkan tempat tinggal layak, mereka justru disebut ditempatkan di kontrakan tanpa listrik dan air bersih.
“Bagaimana mungkin kami disuruh tinggal di tempat tanpa fasilitas? Akhirnya keluarga saya terpaksa numpang di rumah kerabat,” tambah R.
Peristiwa ini memicu kemarahan warga sekitar yang menilai ada pembiaran sistematis dari pihak perusahaan maupun pemerintah setempat. Mereka mendesak adanya pertanggungjawaban tegas, bukan sekadar janji dan klarifikasi.
Publik pun menunggu, apakah ada tindakan nyata, atau tragedi ini akan kembali tenggelam seperti peringatan-peringatan sebelumnya?
Reporter: Gats
Editor: Drajat
Leave a comment