Tokoh Kampung Mangga: Masjid Jami’ Nurul Falah Berusia 1 Abad Lebih, Layak Jadi Masjid Agung Depok

(Dok.KM)

DEPOK (KM) – Kota Depok yang kini dikenal sebagai kota penyangga ibu kota dengan ratusan masjid, ternyata memiliki sejarah panjang perjalanan Islam yang dimulai dari tiga masjid tertua. Ketiga masjid tersebut adalah Masjid Kampung Mangga, Masjid Kampung Gedong, dan Masjid Kampung Lio.

Di antara ketiganya, Masjid Kampung Mangga yang kini dikenal dengan nama Masjid Jami’ Nurul Falah, tercatat sebagai yang tertua. Dengan usia yang diperkirakan telah melewati satu abad tersebut, para tokoh setempat menilai masjid ini layak dipertimbangkan untuk menyandang status Masjid Agung Kota Depok.

Masjid ini berlokasi tepat di pertigaan lampu merah Jalan Margonda Raya no.61, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok dengan luas lahan 300 m dan berstatus tanah wakaf.

Menurut penuturan tokoh Kampung Mangga, Baba Mamat Cabak, Masjid Kampung Mangga dibangun sekitar tahun 1920.

“Ya menurut perhitungan riwayat, dari emak saya nih sekitar tahun 1920 tuh dibangunnya. Dulu yang ngajarin ngaji emak saya Haji Sedi, dia ngajinya di peluran. Kalau nggak salah emak saya baru umur 10 tahun,” ungkap Baba Mamat usai mengikuti pengajian mengenang 7 hari almarhum Suhaemi (uwak Mimih) bin Haji Sedi di Padepokan Romo Sepuh Center Depok, Sabtu (31/1/2026).

Foto: Para tokoh Kampung Mangga Depok, Baba Rojaq, Baba Yaya, Pak Amil Nasihin, Baba Mamat Cabak, Baba Cemad, Bang Ipul LPM Beji, Kong Muhidin (kiri-kanan) usai mengikuti pengajian 7 hari wafatnya almarhum Suhaemi (uwak Mimih) bin H. Sedi di Padepokan Romo Sepuh Center Depok (31/1/2026).(Dok.KM).

Baba Mamat menjelaskan bahwa pada awalnya, masjid ini hanya berupa bangunan sederhana dengan tiang kayu di bagian tengahnya.

“Kayu naka yang buat kosodan, dua tiang. Yang satu pertama, yang keduanya ditambahin lagi sama RK Kardi orang Malela. Dulu Melela masih jadi satu. Jadi dipugarnya tiang yang kedua itu di bawah tahun ’70, waktu saya umurnya kira-kira 16 tahun,” jelasnya.

Pusat Ibadah Lintas Kampung

Pada masa awal berdirinya, Masjid Kampung Mangga menjadi pusat ibadah bagi jamaah dari berbagai kampung sekitar, termasuk Kampung Bulak, Kampung Malela, dan Kampung Mampangan. Hal ini menunjukkan peran sentral masjid tersebut dalam kehidupan keagamaan masyarakat Depok tempo dulu.

Demikian pula dengan Masjid Kampung Gedong dan Masjid Kampung Lio yang juga melayani jamaah dari wilayah sekitarnya, meskipun kedua masjid ini dibangun setelah Masjid Kampung Mangga.

Perkembangan signifikan jumlah masjid di Depok baru terjadi di era tahun 1984.

“Awalnya kan cuma tiga, nah itu di zamannya Pak Narto tahun ’84 ya baru banyak lagi masjidnya. Tapi emang yang pertama yang ini paling nomor satu,” kata Baba Mamat, yang diaminkan oleh para tokoh Kampung Mangga lainnya yang juga hadir.

Dengan usia lebih dari satu abad dan perannya sebagai masjid pertama di Kota Depok, Masjid Jami’ Nurul Falah atau Masjid Kampung Mangga menyimpan nilai sejarah yang tinggi. Keberadaannya menjadi saksi bisu perkembangan Islam dan pertumbuhan Kota Depok dari masa ke masa.

Para tokoh masyarakat berharap agar warisan sejarah ini dapat terus dilestarikan dan dijadikan pembelajaran bagi generasi mendatang tentang perjalanan Islam di Kota Depok.

Reporter: Drajat

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*