KNPI Kabupaten Bogor — Momentum Evaluasi Kepemimpinan Pemuda

Pendiri kupasmerdeka.com, Hero Akbar N/ Moses

Kolom oleh Hero Akbar N/ Moses *)

Situasi yang terjadi di tubuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bogor mencerminkan tantangan serius yang sedang dihadapi organisasi kepemudaan dalam kerangka demokrasi lokal dan tata kelola kelembagaan.

Konflik internal yang berlarut-larut hingga memunculkan dualisme kepengurusan—di bawah komando Farizan dan Wahyudi Chaniago—bukan sekadar persoalan siapa yang paling sah memimpin. Lebih dari itu, ini adalah ujian kedewasaan organisasi.

KNPI sejak awal didesain sebagai rumah besar pemuda, tempat berhimpunnya berbagai organisasi kepemudaan (OKP) dengan latar belakang yang beragam.

Ia bukan arena perebutan kuasa, melainkan ruang konsolidasi gagasan dan gerakan. Ketika dualisme terjadi, yang terdampak bukan hanya elite organisasi, tetapi juga ekosistem kepemudaan secara keseluruhan.

Dampak paling nyata adalah terhambatnya akses terhadap dana hibah tahun 2026 dari pemerintah daerah. Pemerintah tentu memiliki tanggung jawab administratif dan hukum untuk memastikan bahwa setiap anggaran publik disalurkan kepada lembaga yang memiliki legitimasi jelas.

Dalam konteks ini, kehati-hatian pemerintah bukanlah bentuk keberpihakan, melainkan konsekuensi dari tata kelola yang akuntabel.

Namun persoalan ini tidak boleh berhenti pada soal anggaran. Lebih substansial dari itu adalah soal kepercayaan publik.

Bagaimana masyarakat dapat menaruh harapan kepada KNPI sebagai mitra strategis pembangunan jika di internalnya sendiri terjadi fragmentasi kepemimpinan? Bagaimana pemuda dapat diyakinkan untuk berorganisasi secara sehat jika konflik internal menjadi tontonan berkepanjangan?

Momentum ini seharusnya dijadikan ruang evaluasi menyeluruh. Pertama, evaluasi terhadap mekanisme musyawarah dan pemilihan kepengurusan agar lebih transparan dan minim potensi sengketa. Kedua, penguatan komitmen terhadap AD/ART sebagai konstitusi organisasi yang harus dihormati bersama.

Ketiga, pembentukan ruang mediasi independen guna menyelesaikan konflik tanpa memperpanjang polemik di ruang publik.
Pemuda Kabupaten Bogor membutuhkan organisasi yang solid, bukan terbelah. Mereka membutuhkan arah, bukan kegamangan.

KNPI memiliki sejarah panjang sebagai wadah perjuangan dan partisipasi generasi muda dalam pembangunan daerah. Jangan sampai warisan itu tergerus oleh ego sektoral.

Kisruh ini pada akhirnya akan menjadi catatan sejarah: apakah KNPI Kabupaten Bogor mampu bangkit dan memperbaiki diri, atau justru larut dalam konflik berkepanjangan. Pilihan itu ada pada para pemimpinnya hari ini.

Karena sejatinya, kepemimpinan bukan tentang klaim legitimasi, melainkan tentang kemampuan menjaga marwah organisasi dan memprioritaskan kepentingan pemuda di atas segalanya.

 

*)- Pendiri kupasmerdeka.com

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.