Indikasi Pengurangan Porsi Makan Bergizi Gratis di Subang, Pengawasan Dipertanyakan

SUBANG (KM)  — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Subang, Jawa Barat, diduga mengalami persoalan serius. Minimnya pengawasan disinyalir membuka celah terjadinya pengurangan porsi makanan yang diterima siswa, bahkan memunculkan dugaan permainan harga pembelian bahan makanan.

 

Temuan tersebut terjadi di SMP Negeri 1 Tambakdahan, Kecamatan Tambakdahan, Kabupaten Subang. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin (26/1/2026), porsi makanan yang dibagikan kepada siswa dinilai jauh dari standar kelayakan gizi.

 

Dalam paket MBG yang diterima siswa, porsi nasi terlihat sangat sedikit. Lauk pauk pun minim, hanya satu potong tahu, satu butir telur yang dicetak bulat, serta irisan wortel berjumlah sekitar tujuh potong kecil. Buah yang disajikan juga diiris sangat tipis.

 

Seorang penjaga sekolah SMPN 1 Tambakdahan membenarkan adanya menu MBG yang tidak dimakan oleh sebagian siswa. “Ada makanan yang ditinggalkan. Kalau dilihat dari porsinya, memang sangat kecil,” ujarnya saat dikonfirmasi.

 

Media KM juga memperlihatkan dokumentasi foto menu MBG tersebut kepada salah satu pemilik usaha MBG di Indramayu untuk dimintai tanggapan. Melihat foto tersebut, yang bersangkutan menyatakan keprihatinannya. “Kalau seperti ini, keterlaluan,” katanya singkat.

 

Upaya konfirmasi kemudian dilakukan ke dapur MBG yang berlokasi di Jalan Rancakerta No. 264, RT 07 RW 02, Desa Kertajaya, Kecamatan Tambakdahan. Di lokasi tersebut, wartawan bertemu dengan Mega, yang mengaku sebagai manajemen pengelola dapur dan diberi kepercayaan oleh pemilik usaha MBG bernama Nana, yang berdomisili di Kecamatan Pusakanegara.

 

Mega sempat meminta nomor WhatsApp wartawan dengan alasan akan meneruskan persoalan ini kepada pemilik MBG. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan atau klarifikasi resmi dari pihak pemilik maupun pengelola dapur MBG terkait dugaan pengurangan porsi dan kualitas menu tersebut.

 

Program Makan Bergizi Gratis sejatinya bertujuan meningkatkan asupan gizi anak sekolah guna mendukung tumbuh kembang dan konsentrasi belajar. Namun temuan di lapangan ini menunjukkan perlunya pengawasan ketat dari instansi terkait agar pelaksanaan program tidak menyimpang dari tujuan awalnya.

 

Reporter: Arifin S.

Edited

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.