Selamat Jalan Alvin Lim, Pejuang Hukum Yang Konsisten Dengan No Viral No Justice, Tidak Main Dua Kaki

Advokat Alvin Lim saat keluar LP Cipinang , Jakarta (Senin (25/12/20230.

JAKARTA (KM) – Kabar duka menyelimuti kalangan praktisi hukum dan pejuang keadilan di negeri ini. Advokat kondang Alvin Lim, yang dikenal sebagai pejuang garis keras untuk keadilan, tutup usia pada Minggu (5/1/2025). Alvin berpulang setelah bertahun- tahun berjuang melawan penyakit gagal ginjal stadium 5 yang mengharuskannya menjalani cuci darah secara rutin.

Manusia hanya bisa berencana, tetapi Tuhan yang menentukan segalanya. Pada usia yang masih tergolong muda, Alvin Lim, pengacara yang dikenal gigih dalam membela klien yang diduga menjadi korban kriminalisasi oleh sistem peradilan, harus menyerah pada takdir. Ia mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 12.00 WIB saat menjalani perawatan cuci darah di Rumah Sakit Mayapada, Tangerang, Banten.

Alvin tutup usia di umur 47 tahun, hanya tiga hari sebelum ulang tahunnya yang ke-48 pada 11 Januari 2025. Meski sempat direncanakan untuk menjalani transplantasi ginjal di Tiongkok, takdir berkata lain, dan tubuhnya tidak lagi mampu bertahan.

Pimpinan Redaksi kupasmerdeka.com Hero Akbar alias Moses mengatakan Alvin Lim dikenal sebagai pengacara garis lurus yang tegas membela keadilan tanpa kompromi, terutama dalam kasus yang menyangkut kepentingan masyarakat

“Beliau sering menjadi narasumber di berbagai media, khususnya dalam bidang hukum, ekonomi makro, perbankan, asuransi, dan ekonomi mikro. Setiap pendapatnya selalu didukung oleh data dan bukti konkret, memperkuat integritasnya sebagai seorang ahli di bidangnya,” ujarnya.

Moses mengingatkan, salah satu sikap kontroversial Alvin Lim yang menyita perhatian publik adalah pernyataannya bahwa “kejaksaan adalah sarang mafia.” Hal ini menyebabkan dirinya dilaporkan dengan ratusan laporan polisi. Namun, Alvin tetap konsisten memperjuangkan keadilan tanpa gentar terhadap tekanan.

“Alvin juga dikenal membela media yang menghadapi somasi atau laporan polisi, terutama ketika pelapor atau oknum penegak hukum tidak memahami Undang-Undang Pers. Dedikasinya untuk menegakkan kebebasan pers dan memberikan edukasi hukum menjadikannya sosok yang dihormati, meski sering kali menjadi target berbagai serangan hukum,” pungkasnya.

 

redaksi

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.