Pengamat: Pemerintahan Prabowo Tidak Perlu Pakai Influencer dan Buzzer

Direktur P3S, Dr Jerry Massie MA, PhD

JAKARTA – Jerry Massie, pengamat politik sekaligus Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), menyarankan agar pemerintahan Prabowo yang akan datang tidak perlu menggunakan influencer dan buzzer.

 

Menurutnya, hal ini hanya membuang-buang anggaran negara tanpa memberikan manfaat yang signifikan. Sebagai contoh, ia menyoroti penggunaan influencer untuk mempromosikan Ibu Kota Nusantara (IKN), yang dinilai tidak berdampak nyata.

 

“Di era Presiden Jokowi, buzzer dan influencer digunakan untuk mendukung pemerintah serta mengabaikan kritik dari mahasiswa dan masyarakat, sementara banyak dari mereka menyebarkan disinformasi di media sosial. Ia memperkirakan bahwa anggaran yang digunakan untuk influencer mencapai ratusan miliar rupiah dan hanya menghasilkan keributan tanpa manfaat jelas,” ungkapnya Jumat (21/9).

 

Jerry juga menekankan pentingnya memprioritaskan program yang lebih bermanfaat, seperti penguatan sektor pangan, perbaikan sekolah, pemberian gizi untuk anak-anak, serta kesejahteraan pegawai dan buruh. Dana yang dialokasikan untuk influencer, menurutnya, lebih baik digunakan untuk beasiswa pendidikan, yang lebih sesuai dengan konstitusi negara.

 

Sebagai solusi, Jerry menyarankan agar Prabowo melibatkan akademisi, intelektual, dan konsultan yang kompeten untuk menyampaikan pesan-pesan pemerintah secara efektif kepada rakyat, alih-alih menggunakan jalan pintas yang tidak efektif seperti influencer.

 

Reporter: rso

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.