Majelis Pengurus Wilayah Pemuda ICMI Sumatera Barat Gelar Diskusi Publik ‘Pemilu Berintegritas Lahirkan Pemimpin Berkualitas’

Dialog publik (Foto: harianterbit.com)

PADANG (KM)- Diskusi publik tentang ‘Pemilu berintegritas melahirkan pemimpin yang berkualitas” yang dilaksanakan oleh Majelis Pengurus Wilayah Pemuda Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sumatra Barat, di Padang, sebagai rangkaian kegiatan diskusi Pemuda ICMI untuk mengkonfirmasi hasil survei Pemuda ICMI yang dilaksanakan 17- 27 Desember di Wilayah Sumatra berkaitan dengan Pemilu Curang dan Ancaman disintegrasi.

 

Menanggapai hasil survei yang dipaparkan oleh Pemuda ICMI, tokoh Sumatra Barat Dr. Irwandi Suling, MP Datuk Gadang, yang merepresentasikan tokoh masyarakat adat dan dewan pembina Pemuda ICMI Sumatra Barat menegaskan bahwa hasil survei dari Pemuda ICMI harus menjadi catatan penting bagi para penyelenggara pemilu, pemerintah, TNI dan Polri serta ASN untuk bersikap netral dalam pelaksanaan Pemilu 2024 ini.

 

“Hasil survei ini tidak boleh dianggap sepele oleh Pemerintah, hasil ini menggambarkan suatu kondisi yang faktual di masyarakat khususnya sebagian masyarakat yang berada di wilayah Sumatera yang diminta tanggapannya sebagai responden dalam survei ini menyikapi isu pemilu curang dan ancaman disintegrasi,” jelasnya.

 

“Kita tidak menginginkan kondisi bangsa ini terus-menerus terpuruk lantaran dipimpin oleh seorang pemimpin yang lahir dari suatu proses pemilu yang curang dan tidak berintegritas,”ujarnya dilansir dari hanter.com.

 

Mantan Rektor Universitas Taman Siswa Padang ini mengatakan masyarakat Malayu bersatu tidak mau dibohongi terus-menerus oleh pemerintahan yang berkhianat terhadap hak-hak suara rakyat. Pemerintahan yang tidak peduli terhadap hak-hak masyarakat di daerah.

 

Prof. Anthony Budiawan menegaskan Presiden yang lahir dari pemilu yang curang pada Pemilu 2024 ini bisa bernasib seperti presiden Thailand, Taksin Sinawa yang dikejar dan dipenjara akibat merekayasa pemilu untuk kemenangannya sebagai presiden Thailand.

 

Ishak Rofik mengatakan indikasi skenario kecurangan pemilu sangat terlihat saat ini dan ini sangat mengkhawatirkan jika praktek kecurangan ini melahirkan pemimpin yang tidak memiliki legitimasi, dan tidak mendapatkan kepercayaan dari rakyat.

 

Pemilu curang akan mengakibatkan praktek penyelenggaraan negara yang korup. Kemiskinan yang tercipta akibat perilaku korup dan kesalahan tata kelola sumber daya alam (pertambangan dan mineral) serta daerah – daerah strategis akan sulit diperbaiki. Padahal ini berhubungan dengan pelanggaran amanat pasal 33  ayat 3 UUD.

 

Reporter: Rso/

Editor: red

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*