Antusias Peserta Didik Dengan Model Pembelajaran Yang Menyenangkan Berbasis Project di Kelas 3 SD Negeri Bener

Praktikum murid Kelas 3 SD Negeri Bener, Kepil, Wonosobo

Pendidikan biasanya terpaku pada tingkat sekolah namun dalam hal ini yang akan dibahas pendidikan yang dilakukan di dalam kelas. Pembelajaran peserta didik di dalam kelas selama ini banyak dilakukan oleh beberapa guru dengan metode konvensional atau ceramah namun kenyataanya pada era globalisasi seperti sekarang diterapkan kurikulum merdeka dimana siswa bebas belajar dan guru bebas mengajar dalam artian sekarang subyek pembelajaran tidak hanya berpangku dengan guru saja namun siswa dituntut untuk lebih aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran dikelas setiap harinya.

 

Disini guru berperan aktif untuk mencari inovasi-inovasi pembelajaran yang lebih kreatif lagi untuk proses pembelajaran di dalam kelas. Seperti halnya yang sudah dilaksanakan di SD Negeri Bener, yang beralamat di Jl Wonosobo- Purworejo KM 27 Kepil.  Praktik pembelajaran menyenangkan dilaksanakan oleh siswa- siswi kelas 3  pada hari Rabu (3/1/2024).

 

Sebelum dimulai pembelajaran hari ini guru sebelumnya sudah membagi kelompok secara acak dan diinfokan sehari sebelumnya kepada siswa bahwa besok akan membuat alat peraga pigura cuaca jadi alat dan bahan yang di butuhkan sudah diinformasikan hari sebelumnya melalui tatap muka dengan siswa maupun melalui grup WA orang tua siswa.

 

Sehingga  hari itu dilaksanakan pembelajaran menyenangkan dengan metode berbasis project pembuatan karya, permainan, pembuatan alat peraga keadaan cuaca, semua siswa sangat antusias untuk melaksanakan pembelajaran yang sudah direncanakan sebelumnya, ketika pembelajaran dilaksanakan mereka mulai mengamati keadaan cuaca seminggu terahir yang terjadi di lingkungan sekitar dari hal ini mereka bisa mengambil keputusan dan kesimpulan keadaan cuaca yang terjadi di sekitar.

Hasil praktek murid kelas 3 di SD Negeri Bener, Kepil, Wonosobo

Kesimpulan yang didapatkan siswa adalah keadaan cuaca ketika cerah, mendung, berawan dan hujan, setelah itu mereka mulai berpikir kritis untuk membuat hasil alat peraga pembelajaran keadaan cuaca yang yang terjadi ahir-ahir ini, setiap kelompok berbeda beda tema dalam pembuatanya sehingga ini membuat para siswa mulai berpikir kreatif melakukan pembelajaran yang diaplikasikan pada kertas fanel dan origami yang akan digunakan sebagai buku lipat keadaan cuaca, di dalam buku itu nanti terdapat beberapa keterangan tentang keadaan cuaca keterangan terbuat sebelumnya sudah dipresentasikan oleh masing-masing kelompok cara mengambil undian presentasi dengan menggunakan permainan stick acak sehingga mereka antusias sekali untuk presentasi dan menerima beberapa pertanyaan dari guru dan dijawab secara role playing , guru memberikan kuis tentang cuaca dan iklim yang terjadi di Indonesia.

 

Dalam hal ini penilaian yang dilakukan oleh guru adalah penilaian kerja , penilaian hasil karya, penilaian presentasi, dan penelian pengetahuan pada akhir pembelajaran. Setelah pembelajaran selesai guru memberikan refleksi kepada siswa terhadap pembelajaran yang dilakukan hari ini, menurut beberapa siswa bahwa pembelajaran seperti ini yang mereka harapkan mereka bisa berkarya dan juga bermain.

 

Dengan metode pembelajaran yang sudah diterapkan ternyata membuat para siswa bahagia dan senang dengan pembalajara yang sudah dilakukan artinya model pembelajaran ini berhasil di terapkan pada kurikulum merdeka seperti sekarang.

 

Efa suryana – 232180235

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*