Diduga Kepsek SD Negeri Srogol 01 Minta Jatah Pencairan KIP Pada Orang Tua Murid

Dugaan pungli dana PIP Sekolah SD Negeri Srogol 01 Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor

BOGOR (KM) – Bantuan pemerintah program KIP/ PIP  untuk siswa berupa uang tunai yang dicairkan dari Bank BRI terdekat. PIP tersebut untuk membantu masyarakat yang kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan siswa seperti buku, seragam,alat tulis. Program PIP bervariasi dengan dana yang menerima Rp450.000 per tahun dan ada Rp225.000 per 6 bulan.

Dugaan pungli yang terjadi di Sekolah SD Negeri  Srogol 01 Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor yang meminta Rp100.000 per siswa dari 80 siswa disekolah tersebut.  Jal ini tentunya menjadi pembicaraan di kalangan orang tua murid, yang mana Rp100 ribu terlalu berat bagi mereka.

Sebelum pencairan uang PIP, Kepala Sekolah memaparkan program tersebut.  “Kami meminta Rp50 ribu untuk sekolah, untuk urus berkas, lalu ditambah lagi permintaan operator sekolah Rp50ribu lagi, dengan alibi akan memberikan kepada pihak Bank BRI,” kata orang tua menirukan paparan Kepala Sekolah.  

“Kami keberatan,  walaupun kami meminta diturunkan tetap saja tidak bisa. Kalau dua anakyang sekolah, di situ keberatan tentunya,” ucap orang tua murid yang tidak mau disebutkan namanya.

Pungli dapat terjerat secara hukum berdasarkan PP Nomor 94 Tahun 2021, PNS wajib menolak segala bentuk pemberian yang berkaitan dengan tugas dan fungsinya, kecuali penghasilan atau gaji.

Advertisement

Dengan kejadian tersebut di atas, awak media konfirmasi kepada Kepala sekolah terkait punguta namun kepala sekolah mangatakan operator sekolah yang melakukan nya. “ Operator yang melakukan,” ucap Kepala Sekolah Sovia.

Operator Sekolah Ucup mengatakan hanya menjalankan tugas dan tak berani ambil. “Saya hanya pegawai sekolah, tidak mungkin saya berani melakukan itu kalau tidak ada perintah.  Uangnya sudah dibagikan dan kepala sekolah juga kebagian. Memang saat pencairan di bank saya menawarkan kepada CS  Bu bila nanti ada yang ngasih nanti ada buat beli bakso namun CS menolak,” kata Ucup.

Dengan adanya surat konfirmasi yang dilayangkan kepada sekolah, pihak sekolah mengundang para orang tua murid yang mendapatkan PIP untuk dimintai keterangan bahwa siapa yang telah mengadukan hal ini kepada wartawan.

Rasa takut dan bersalah sehingga terlontar ucapan dari Kepala Sekolah bahwa di sekolahnya tidak ada lagi pungutan uang apapun bentuknya. Efek jera yang memang diharapkan oleh orang tua murid atas pungutan liar tersebut.

Reporter:  Eva

Editor: Red1

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: