Kunjungan Wisatawan Turun Tajam, Pemdes Megamendung Bangun Betonisasi Jalan

Pembangunan betonisasi jalan Sirnagali sebagai jalur alternatif Megamendungpendukung wisata

BOGOR (KM) – Kepala Desa Megamendung, Duduh Mandu mengatakan tren hunian hotel di Kecamatan Megamendung terus mengalami penurunan bahkan okupansi hotel dari 8.000 hunian sebelum covid-19 turun menjadi 1.500 hunian pada saat covid-19 atau turun 75 persen.

“Betul penurunan dari sebelum dan sesudah covid-19 hingga menjadi 1.500 hunian atau turun 75 persen,” ungkapnya seusai launching bantuan infrastruktur Satu Miliar Satu Desa (Samisade) di Megamendung, Senin (7/11).

Oleh karena itu, kata dia, berbagi macam upaya pun dilakukan untuk meningkatkan okupansi hotel salah satunya adalah dengan merealisasikan bantuan infrastruktur Samisade untuk pembangunan betonisasi jalan Sirnagali sebagai jalur alternatif pendukung wisata.

“Adapun volume pengerjaan, panjang 1000 meter, lebar 4 meter dan ketebalan 0,15 centimeter,” jelasnya.

Menurutnya, dengan infrastruktur jalan yang bagus akan berdampak pada tingkat okupansi hotel juga berimbas peningkatan taraf ekonomi warga.

“Saya optimis dengan infrastruktur jalan yang bagus dan cantik tarap ekonomi warga akan meningkat 100 persen,” ujarnya.

Ia juga mengatakan peningkatan jalan Sirnagalih ini pun bagian dari upaya dalam mengurai kemacetan arus lalu lintas, terlebih pada saat menjelang akhir pekan atau memasuki libur nasional.

“Biasanya, volume kenderaan dari arah Jakarta menuju Puncak tepatnya di pintu masuk perumahan Summarecon, Pasir Angin hingga jalan Sirnagali ini pada momentum akhir pekan Sabtu- Minggu sangat padat terlebih lagi pada hari libur nasional,” ungkapnya.

Ia mengakui dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan pada 2023 mendatang pihaknya akan menggarap proyek Sirnagalih Beauty  Projek dengan tujuan utama menambah kenyamanan pejalan kaki dan pengguna transportasi umum melalui konsep tersebut.

“Artinya dalam menata trotoar jalan misalnya, bukan sekadar memperlebarnya untuk kenyamanan pejalan kaki. Namun juga ditunjang dengan berbagai fasilitas lain seperti pengguna jalan secara inklusif, untuk olah raga joging, pesepeda.  Termasuk menyediakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Milik Jalan  sebagainya,” katanya.

“Lewat program ini, diharapkan Desa Megamendung dari rintisan desa berkembang menjadi desa maju,” harapnya.

Repoerter: Gatot S

Editor: Red1

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: