PMII Rayon Al-Ghazali UNAS Gelar PEKOMNAS, Tekankan Pentingnya Peran Generasi Milenial, Gen Z untuk Pertumbuhan Ekonomi

JAKARTA (KM) – Mahasiswa Universitas Nasional (UNAS) melalui Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Al-Ghazali Unas menggelar Pekan Ekonomi Nasional IV (Pekomnas IV) dengan mengusung tema “Peran Kaum Milenial terhadap Perekonomian Indonesia melalui Forum G-20”.

Pekomnas IV tersebut menghadirkan narasumber Menteri Parawisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf RI), Sandiaga Salahuddin Uno, Ekonom Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Muhammad Aras Prabowo, dan Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjend) PB PMII Kamaluddin.

Dalam sambutannya, ketua panitia acara menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang turut mensukseskan terselenggaranya Pekomnas IV.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada sahabat-sahabat panitia, pegurus rayon Al-Ghazali, Bapak Sadiaga Uno yang telah menyempatkan memberikan sambutan dalam kegiatan Pekomnas IV melalui daring dan kedua narasumber Bang Muhammad Aras Prabowo Ketua Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, serta Bang Kamaluddin Wasekjen PB PMII Bid. Ekonomi” jelas Rio Adi Kurniawan.

Sandiaga Uno dalam sambutannya secara daring mengapresiasi gagasan PMII Rayon Al-Ghazali atas penyelenggaraan Pekomnas IV.

“Selamat atas penyelenggaran Pekomnas IV Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Nasional, dalam forum G-20 peran pemuda khususnya generasi milenial dan generasi Z sangatlah penting,” jelasnya.

“Presiden Indonesia Joko Widodo menekankan prioritas kepemimpinan Indonesia di G-20, khususnya soal inklusivitas termasuk pada generasi milenial dan generasi Z sebagai kelompok masyarakat yang adaptif dengan transformasi digital,” sambung Sadiaga Uno.

“Dengan semangat 3G: gercep, geber dan gaspol, mari kita optimalkan potensi generasi milenial dan generasi Z untuk menyukseskan kegiatan presidensi Indonesia pada forum G-20” tutup Menparekraf dalam sambutan daringnya 15/10.

Dalam kesempatan yang sama, ekonom Unusia memaparkan pentingnya peran pemuda dalam mendorong kemajuan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk pertumbuhan perekonomian Indonesia melalui G-20.

“Daya tahan UMKM terhadap perekonomian Indonesia di masa pandemi terbukti cukup kuat, sehingga menjadi penopang perekonomian di saat negara mengalami resesi ekonomi karena covid-19, hal tersebut harus disampaikan oleh perwakilan pemuda di forum presidensi G-20,” jelasnya.

“Saya kira sudah betul adik-adik PMII Rayon Al-Ghazali menggagas kegiatan Pekan Ekonomi Nasional ke-IV dengan membahas pemuda dan UMKM untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia,” terang Aras Prabowo.

Menurutnya, pemuda Indonesia memiliki ruang yang sangat luas dalam berkonstribusi dalam kemajuan UMKM, mulai sebagai pelaku dan pendamping dalam pemberdayaan UMKM.

“Sangat luas bidang UMKM yang bisa digarap oleh adik-adik, tinggal menyesuaikan dengan minat, kompetemsi dan pengalaman yang dimiliki,” motivasi Aras kepada seluruh peserta.

Apalagi, lanjut Aras, pemerintah telah melakukan berbagai inovasi dalam mendorong kemajuan UMKM, mulai dari bantuan pendanaan, pendampingan, pelatihan dan berbagai platform teknologi untuk mendorong kolaborasi antara mitra UMKM.

Marketplace, jejaring kemitraan dan pendanaan sudah disediakan oleh pemerintah,” tambah Aras yang juga Direktur Lembaga Profesi dan Ekonomi dan Keuangan (LPEK) PB PMII.

“Adik-adik sebagai pemuda memilik peran strategis dalam mengimplementasikan kesepakatan di bidang ekonomi dalam forum G-20 nantinya, pemuda perlu mengapresiasi atas keterwakilan pemuda dalam G-20, misalnya Muhammad Abdullah Syukri dari Ketua Umum PB PMII. Hal tersebut bukti nyata atas peran pemuda dalam G 20,” pungkas Aras.

Sedangkan Kamaluddin menyampaikan presidensi 20 adalah “momentum yang luar biasa.”

“G-20 adalah perkumpulan negara-negara yang menguasai perekonomian dunia sampai 75 persen, Indonesia sendiri menempati urutan ke-16 dari 20 negara dengan pertumbuhan ekonomi terbaik,” beber Kamaluddin.

“G 20 merupakan momentum Indonesia untuk belajar pengelolaan ekonomi kepada negara-negara lain, termasuk dalam pengelolaan UMKM dan peran pemuda mendorong pertumbuhan ekonomi melalui bidang teknologi atau e-commerce,” terang Wasekjen PB PMII Bid. Ekonomi dan Perdagangan ini.

Selain itu, Kamaluddin mengimbau agar masyarakat mengurangi penggunaan karbon dalam kehidupan sehari-hari dan beralih pengunaan bahan yang ramah lingkungan.

“Salah satu pembahasan dalam forum G-20 adalah penekanan terhadap penggunaan karbon dan beralih pada bahan yang ramah lingkungan atau dengan istilah ekonomi hijau,” beber Kamaluddin.

Kamaluddin memprediksi bahwa bidang usaha yang akan berkembang ke depan adalah ekonomi kreatif. “Sektor ekonomi kreatif adalah peluang bagi pemuda untuk berkonstribusi dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa yang akan datang,” tutup Kamaluddin.

Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan mahasiswa dari Universitas Nasional, universitas lain dan masyarakat umum itu berlangsung dengan semarak dengan berbagai pertanyaan dari peserta kepada kedua narasumber.

Adapun penyelenggaraan kegiatan dilaksanakan di Aula Yayasan Pementas, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Reporter : Zefferi

Sudrajat : Sudrajat

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: