Respon Serius Kasus Pelecehan Seksual oleh Oknum Staf Kampus UNIBA, Aktivis EK-LMND Akan Buat Aksi Besar Besaran di Kampus

SERANG (KM) – Adanya dugaan tindak asusila yang menimpa 2 calon mahasiswi yang hendak mengurus pemberkasan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Universitas Bina Bangsa, Serang, Banten, kini tengah menjadi perhatian publik.

Andre, selaku perwakilan dari Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (EK LMND) Serang, saat diwawancara di sekretariat perwakilan EK LMND Serang, mengatakan bahwa pihaknya merespon serius persoalan tersebut.

“Kami menanggapi hal ini dengan serius, karena ini bentuk pelanggaran HAM terhadap perempuan,” ucap Andre yang juga mantan Ketua EK-LMND kepada kupasmerdeka.com (14/9).

“Terkait kasus ini akan kami usut tuntas dan kita juga meminta pernyataan sikap dari kampusnya, jangan sampai seolah-olah mereka melindungi pelaku,” tegasnya.

“Kalau terjadi hal itu, kami akan membuat pergerakan aksi besar-besaran di kampus dan akan diwakili semua perempuan mahasiswi di kampus karena mereka sesama perempuan pasti akan merasakan hal yang sama ketika diperlakukan seperti itu,” lanjut Andre.

Di tempat yang sama, Rizki selaku Ketua LBH Rakyat Banten (RB) berharap sang pelaku segera ditindak. “Saya berharap bahwa oknum ini harus segera ditindak secara hukum yang berlaku,” jelasnya.

“Dan terhadap korban, juga harus mendapatkan pendampingan pemulihan pisikologi, karena kita sama-sama tahu bahwa kasus pelecehan seksual ini juga menjadi fokus negara, makanya kenapa lahir uu soal kekerasan dan pelecehan seksual,” ungkapnya.

“Kalau harapan dari saya, ini menjadi catatan juga, khususnya untuk instansi-instansi pendidikan jangan sampai kejadian ini terjadi lagi di instansi-instansi yang lain, karena sejatinya instansi pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” terang Rizki.

Advertisement

Menurut Rizki, pihak kampus sebaiknya memiliki tim yang khusus menangani pencegahan dan penanggulangan tindak pelecehan seksual di internal kampusnya.

“Kalau Saya lihat, pihak kampus tidak ada itikad baiknya, karena kalau dilihat dari medsos nya, UNIBA kan cuma merespon bahwa sudah melakukan mediasi, dan juga tidak membuka hasil mediasinya apa? tidak memberitahukan si oknum itu dapat sanksi apa? kejadian kronologis seperti apa?, artinya kan masih ada hal-hal yang ditutup-tutupi entah itu untuk menjaga nama baik UNIBA dan lain sebagainya,” imbuhnya.

“Kalau menurut Saya, justru dengan membukanya secara terang benderang, itu akan mengangkat nama baik Universitas sendiri, bahwa Universitas Bina Bangsa menjadi salah satu kampus di Provinsi Banten yang memang benar-benar memperjuangkan hak perempuan dan juga kampus yang bisa mengungkap kasus pelecehan seksual di kampusnya sendiri, beber Rizki.

“Pihak kampus juga harus membuka seluas-luasnya informasi dan lain sebagainya, bahwa oknum ini juga harus ditindak gitu loh. Terlepas pihak kampus punya tim sendiri untuk melakukan penelusuran, kebenaran dan lain sebagainya,” ucapnya.

“Terlepas itu semua, pihak kampus juga harus terbuka dalam hal ini, artinya pihak kampus jangan sampai menjadi lawan dari si pihak korban dan teman-teman yang mau mengawal kasus ini sampai tuntas, tutup Rizki

Reporter: Acun S
Editor : Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: