Bapemperda Paniai Optimis Tiga Perda Dapat Terealisasi dan Diterapkan Pada Oktober 2022

Ketua BAPEMPERDA Melianus Yatipai dan Marten Tenouye, Saat Jumpa Pers di Sekertariat DPRD Kabupaten Paniai., Selasa 13 September 2022 (dok. KM)
Ketua BAPEMPERDA Melianus Yatipai dan Marten Tenouye, Saat Jumpa Pers di Sekertariat DPRD Kabupaten Paniai., Selasa 13 September 2022 (dok. KM)

PANIAI (KM) – Ketua Badan Pembentuk Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Paniai, Melianus Yatipai, menyatakan optimis Peraturan Daerah yang sudah ditargetkan tahun ini bisa terealisasi tiga Perda dan mulai diterapkan awal bulan Oktober 2022.

“Kami optimis tiga perda yang sudah ditargetkan sepanjang tahun 2022 terealisasi. Apalagi 3 perda sudah disahkan sehingga tinggal perda lain lagi yang berproses hingga menjelang akhir tahun,’ ujarnya.

Tiga Peraturan Daerah (Perda) yang dibuat DPRD lahir dari proses yang panjang. Mulai dari rancangan peraturan daerah (Raperda) hingga disahkan menjadi Perda dan sudah melalui banyak tahapan, mulai dari tingkat Eksekutif hingga Legislatif. Karena itu, tiga Perda yang dibuat oleh DPRD itu memiliki asas manfaat bagi masyarakat.

“Kita tidak mau membuat Perda hanya formalitas saja, tidak ada gunanya, tidak ada manfaatnya dan tidak berlaku di masyarakat,” ujar Ketua Badan Pembentuk Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Paniai, Melianus Yatipai kepada wartawan Kupas Merdeka, Selasa (13/9) di Sekertariat DPRD Madi Paniai.

Melianua menjelaskan, seluruh rakyat Kabupaten Paniai jagan bimbang dan ragu terhadap sosialisasi dan realisasi tiga Perda tersebut. Menurutnya, ini merupakan sejarah baru buat rakyat Paniai untuk menegahkan perda.

“Perda dibuat bukan semata mata saja, tetapi Pemerintah Daerah dan DPRD Paniai melihat dan menyadari bahwa banyak masalah di kalangan masyarakat Paniai yang nantinya akan menuju kepunahan dan melupakan kebiasaan hidup natural,” jelasnya.

Menurutnya, dasar tiga perda ini, rakyat Paniai tidak mengadopsi budaya-budaya yang datang dari belakang yang akhirnya rakyat Paniai tidak memiliki kesadaran hidup yang sesunggunya.

“Tugas kita bersama menjadi penegak tiga perda ini. (1). Peraturan Daerah Kabupaten Paniai Nomor:03 Tahun 2022 Tentang Penyelenggaraan Kebersian. (2). Peraturang Daerah Kabupaten Paniai Nomor:02 Tahun 2022 Tentang Pelarang Pemasokan, Peredaran dan Mengomsumsi Minuman Beralkohol. (3). Peraturang Daerah Kabupaten Paniai Nomor: 05 Tahun 2022 Tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum,” lanjutnya.

Advertisement

Ia menambahkan kepada pihak penegak Perda agar mampu menjalankannya sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku dalam tahapan-tahapan proses penangkapan, pendidikan, penyelidikan  dan proses hukum selanjutnya.

“Dalam realisasi tiga Perda oleh Penegak Hukum, mohon jangan dibedakan oleh golongan pangkat atau jabatan, tetapi tegakkan sama -sama tinggi dan sama-sama rendah, karena dipandangan hukum adalah perlakuan secara pemerataan,” ujar Yatipai.

Sementara itu, Ketua Komisi A, Marten Tenouye, mengatakan, tiga Perda ini bukan menuju pada kehacuran peraban. Perda ini untuk membangkitkan, merehabilitasi dan merenovasi kembali pada kebiasaan yang ada di Kabupaten Paniai.

“Semua elemen yang ada di Paniai menjadi penegak, agar terwujud aman damai tertib dan tentram di negeri yang kita cintai,” tegasnya.

Menurut Marten, rakyat Paniai perlu mengenal diri dan kelebihan yang diberikan oleh Tuhan, namun sejauh ini, kelebihan-kelebihan tersebut dilupakan oleh budaya-budaya luar sehinga semenjak ini rakyat Paniai melupakan semuanya. Rakyat Paniai muda lebih mengadopsi budaya yang datang dari belakang ketimbang mempertahankan yang lebih dulu ada.

“Oleh karena itu yang petani kopi kembali mengelola kopi, nelayan kembali ke nelayan, peternak kembali budidaya ternak, kembali kepada awal agar kita bangkitkan peradaban dahulu dan pulihkan peradaban peradaban dahulu sesuai tema KKR oleh Tim Penginjilan Kordinator Paniai,” jelasnya.

“Kesadaran kami adalah tolak ukur kestabilan peradaban-peradaban di negeri ini, mari kita bersatu padu dan bahu membahu untuk realisasi tiga Perda tersebut,” pungkasnya.

Reporter : Yugo

Editor : Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: