Warga Desa Pangawinan Serang Keluhkan Pelaksana Proyek Drainase yang Buang Tanah Galian ke Badan Jalan

SERANG (KM) – Proyek pembangunan sistem drainase Jalan Malabar-Junti di lokasi Desa Pangawinan, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, Provinsi Banten dikeluhkan warga.

Pasalnya, tanah bekas galian proyek tersebut asal dibuang di badan jalan yang mengakibatkan jalan dilumuri tanah, sehungga arus lalu lintas terganggu serta dapat membuat jalan menjadi licin dan rawan kecelakaan saat hujan.

Dari hasil pantauan awak media kupasmerdeka.com, diketahui bahwa proyek pembangunan drainase jalan itu menelan dana sebesar Rp360.000.000, dengan sumber anggaran dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Serang tahun 2022, Nomor kontrak 620/05-PK.HS.5491245/SPK/PBN.DRNS.JL.MLBR-JNT/KPA-BM/DPUPR/2022, Pelaksana CV. Cahaya Pusaka Lima

“Rambu-rambu pekerjaan tidak ada dan tidak dilengkapi K3, hanya rompi saja yang terlihat, bahkan Wanto selaku mandor sama sekali tidak memakai yang seharusnya memberikan contoh kepada pekerjanya untuk menjaga keselamatannya,” ungkap warga berinisial RS, Senin 1/8.

Proyek pembangunan drainase yang pengerjaannya diduga asal-asalan itu sempat divideokan oleh salah satu warga setempat yang juga mengeluhkan teknis pekerjaan yang membuang bekas galian tanah ke badan jalan.

Advertisement

Melihat kondisi seperti itu, RS mengaku sudah mengusulkan kepada pihak pelaksana untuk menyiapkan armada pengangkut agar tidak terjadi penumpukan tanah di badan jalan sehingga tidak menganggu lalu lintas warga.

“Namun menurut informasi, pihak pelaksana tidak mau menyediakan armada pengangkut yang akhirnya warga setempat menyediakan armada satu unit mobil dengan sewa perhari sebesar Rp1.000,000,” jelasnya

RS juga mengatakan, Wanto selaku mandor telah dipanggil ke kantor desa untuk musyawarah agar tidak membebankan biaya sewa armada kepada warga, dan akhirnya diperoleh kesepakatan bahwa pembayaran sewa armada ditanggung oleh kedua belah pihak sebesar Rp700 ribu perhari.

Sementara itu, Wanto selaku pelaksana proyek drainase saat dihubungi awak media melalu telpon berkali-kali tidak juga merespon.

“Kami berharap, pihak pelaksana supaya lebih mementingkan keselamatan dan kenyamanan warga setempat dan pengguna jalan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Reporter : Agus

Editor : Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: