MDT Al Haya Leuwiliang Uji Keilmuan Siswanya Melalui “Imtihanussanah”, Apa Kegiatannya?

BOGOR (KM) – Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al Haya yang berlokasi di Desa Pabangbon, Kecamatan Leuwiliang, menggelar acara Imtihanussanah atau kegiatan Samenan pada hari Minggu, 3 Juli 2022.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai ajang menguji kemampuan siswa untuk tampil membawakan materi pembelajaran yang telah dilalui, serta menampilkan beberapa kreativitas santri diniyah.

“Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al-Haya hadir di tengah masyarakat Desa Pabangbon sebagai sarana pendidikan non formal berbasis keislaman dalam mempersiapkan generasi islami ke depan,“ kata Kepala MDT Al-Haya, H. Ade Irawan di sela-sela kegiatan Imtihanussanah.

“Kegiatan ini memang non formal dan diselenggarakan setelah anak anak pulang sekolah,” lanjutnya.

Ade menerangkan bahwa Madrasah Diniyah ini dibentuk salah satunya untuk mengisi kekurangan pelajaran agama di sekolah umum.

“Untuk waktu memang ada perbedaan, karena sifatnya ada ula, wustho dan dasar. Jadi untuk yang dasar itu untuk usia SD, cuma memang diselenggarakan di luar jam sekolah,” bebernya.

Lebih lanjut Ade Irawan mengungkapkan, untuk kegiatan Imtihanussanah tahun ini berjumlah 43 orang. “Hari ini keseluruhan siswa-siswinya empat puluh lima orang dari kelas A, B dan C, dengan target utama muatannya di pendidikan agama.

“Minimal mereka menjaga solatnya, ibadah hariannya, baca tulis Al-Qur’an nya, serta sejarah keagamaan islamnya,” harap pria yang juga aktivis pendidikan ini.

Advertisement

Untuk jumlah tenaga pendidik, sambung Ade, ada lima orang dan para siswa yang bersekolah hanya yang ada di RW 02 saja. “Sebenarnya yang dari luar mau bergabung atau bersekolah ke madrasah diniyah ini, tapi secara fasilitas terbatas karena belum ada ruang kelas yang memadai,” jelasnya.

“Kami terkendala ruang belajar, dengan jumlah ini saja kami agak kesulitan karena harus berbagi kelas. Satu lokal dibagi tiga kelas. Semoga tahun ini, terbangun 3 lokal,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Ummul Quro Al-Islami, Azwar Anas yang akrab disapa Kang Azwar, dalam sambutannya menuturkan bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab orang tua.

“Sekolah madrasah ini gratis, tinggal bapak dan ibu mendorong anaknya supaya mau bersekolah. Insya Allah anak kita dididik di madrasah ini bisa mempunyai ahklak yang mulia dan taat ibadah, serta bisa bermanfaat ilmunya sehingga menjadi anak sholeh dan sholehah,” ujarnya.

“Suatu doa untuk kita semua, mudah-mudahan kita diberikan kesehatan kesabaran dalam mendidik dan membina anak anak kita semua,” pungkasnya.

Reporter : Ki Medi

Editor : Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: