Jalan Beton di Desa Wirana Baru Beberapa Hari Selesai Dikerjakan Sudah Retak, Padahal Belum Dilewati Kendaraan Roda 4

SERANG (KM) – Proyek pembangunan jalan cor beton rekonstruksi jalan Desa Wirana, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) kabupaten Serang, telah selesai dikerjakan. Namun, ditemukan ada beberapa titik yang sudah mengalami retak-retak, padahal baru beberapa hari selesai dikerjakan.

Selain itu, pelaksanaan proyek tersebut juga dinilai kurang transparan, lantaran di papan informasi proyek tersebut tidak mencantumkan volume pekerjaan dalam kualitas mutu panjang, ketebalan, dan lebar proyek jalan cor beton tersebut.

Salah satu warga setempat berinisial RN mengatakan bahwa betonisasi jalan itu baru satu minggu selesai dikerjakan, namun sudah mengalami keretakan sementara belum dilewati oleh kendaraan roda 4.

“Terpantau di lokasi, proyek berlabel ratusan juta rupiah ini sudah dalam kondisi retak di beberapa titik, diduga karena rendahnya mutu serta kualitasnya,” ucap RN kepada KM kemarin 5/7.

Dari pantauan awak media kupasmerdeka.com, diketahui bahwa proyek pembangunan rekonstruksi Jalan Tanggulan-Wirana menelan anggaran sebesar Rp900.000.000, dengan sumber dana DTU-DAU-APBD Kabupaten Serang T.A 2022, nomor SPK kontrak 620/05-PK.HS.5118245/SPK/RKN.JL.TGL-WRN/KPA-BM/DPUPR/2022, dengan pelaksana CV. Sinar Putra Perkasa, dan konsultan pengawasan PT. Zhafran Mitra Adilla.

Adapun supir cor beton memperlihatkan surat jalan di mana tercantum nama PT. Sinar Dinamika Beton, dan mutu beton FC-25.

Sementara itu, Ade selaku pelaksana proyek mengatakan bahwa untuk volume pekerjaan dengan panjang 440 meter, lebar 5 meter, tebal 15 centimeter, dan menggunakan cor beton mutu FC-25 yang menurutnya setara dengan kualitas mutu K 300

Di tempat berbeda, Ubay, salah satu aktivis di Kecamatan pamarayan, turut menyoroti tidak transparannya pelaksanaan proyek tersebut. Menurutnya, pemasangan papan nama informasi proyek merupakan implementasi asas transparansi, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan.

“Ada temuan tersebut sangat jelas, sebab anggaran yang dikucurkan tidak sedikit, menelan ratusan juta rupiah dan itu uang hasil pajak rakyat dan kembali lagi untuk memfasilitasi masyarakat dalam pembangunan,” jelasnya.

Ubay pun mendesak pihak Dinas PUPR Kabupaten Serang untuk meninjau ulang hasil pekerjaan.

“Harus tegas dengan pemborong, jika hasil pekerjaan tidak sesuai bestek harus berani menolak, sebab sudah pasti merugikan masyarakat,” tegasnya.

“Dengan data hasil temuan pengumpulan bahan keterangan, kami akan melayangkan surat ke dinas terkait agar bisa mengkaji ulang hasil pekerjaan proyek pembangunan jalan cor di jalan Desa Damping-Desa Wirana,” pungkasnya.

Reporter : Ade Irawan

Editor : Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: