KUPAS KOLOM : Sejumlah Proyek di Sekretariat Mensesneg Terus Membengkak, Buat Apa Ya?

Jajang Nurjaman, Koordinator CBA

Oleh Jajang Nurjaman, Koordinator Investigasi di Lembaga Center for Budget Analysis (CBA)

Sejumlah proyek rutin tahunan Sekretariat Kementerian Sekretariat Negara (Kemsesneg) terus meroket. Mulai dari proyek pengadaan obat-obatan, makan minum rapat, kebutuhan perlengkapan alat rumah tangga sampai operasional pimpinan dan sejumlah proyek lainnya terus membengkak, berikut contohnya.

Proyek pengadaan penggantian perlengkapan rumah tangga lainnya tahun anggaran 2020 dianggarkan Rp800.980.000,- tahun anggaran 2021 naik menjadi Rp2.666.483.000,- dan tahun anggaran 2022 kembali naik menjadi Rp3.270.643.000. Dalam dua tahun ada kenaikan anggaran sebesar Rp2,4 miliar.

Proyek langganan jaringan telematika, tahun anggaran 2020 dianggarkan Rp2.835.571.000,- tahun anggaran 2021 naik menjadi Rp2.900.000.000,- dan tahun 2022 kembali naik menjadi Rp5.000.000.000, dalam dua tahun ada kenaikan anggaran sebesar Rp2,1 miliar.

Selanjutnya, pengadaan obat-obatan juga naik, di tahun 2020 dianggarkan Rp200 juta, tahun anggaran 2021 naik dua kali lipat menjadi Rp400 juta, begitu juga tahun anggaran 2022 kembali dianggarkan sebesar Rp400 juta.

Advertisement

Terakhir ada anggaran rutin operasional pimpinan, di tahun anggaran 2020 anggaran yang ditetapkan Rp2.114.610.000,- tahun anggaran 2021 naik menjadi Rp2.596.600.000,- dan tahun 2022 ditetapkan sebesar Rp2.465.265.000.

Begitupun anggaran jamuan makan rapat-rapat koordinasi/kerja/dinas/kelompok kerja, di tahun 2021 dianggarkan Rp4.954.670.000,- tahun 2022 naik menjadi Rp5.726.399.000.

Kenaikan anggaran sejumlah proyek Sekretariat Kemsesneg sangat mencurigakan, kondisi negara sedang mengalami krisis pandemi dan APBN semakin seret, Kemsesneg seperti tidak peka dengan penderitaan rakyat.

Bahkan ada indikasi meroketnya sejumlah proyek tahunan Sekretariat Kemsesneg berkaitan dengan dugaan biaya lobi-lobi politik menjelang Pilpres 2024.

Hal ini harus menjadi catatan Presiden Joko Widodo, jika pemborosan anggaran di sekretariat Kemsesneg terus berlanjut, bisa berpotensi adanya kerugian negara.

Sekretaris kementerian, Setya Utama, harus segera dievaluasi bersama Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: