Puluhan Pemuda Papua Ikuti Pelatihan Musik Klasik di Paroki Kristus Sang Gembala Wedaumamo

PANIAI (KM) – Paroki Kristus Sang Gembala Wedaumamo menggelar pelatihan tentang dasar-dasar musik klasik kepada mudika dan remaja di Aula Gereja Katolik St. Imaculata Biamoma, Minggu 12/6.

Pendampingan dan pelatihan tentang dasar-dasar musik klasik Papua tersebut dilaksanakan guna menyongsong perayaan HUT ke-IV paroki tersebut dan diikuti oleh 25 peserta.

Adapun hal yang mendasari digelarnya pelatihan tersebut karena kurangnya tenaga pemain musik di dalam Gereja Paroki Kristus Sang Gembala Wedaumamo serta bertujuan untuk melatih dan mempersiapkan para pemuda dan remaja untuk memiliki keterampilan dalam musik klasik.

“Metode pendampingan dan pelatihan ini dilakukan dengan cara ceramah, simulasi, tanya jawab, dan latihan. Hasil kegiatan pengabdian ini telah menghasilkan pemain musik baru di Paroki Kristus Sang Gembala Wedaumamo berkisar 30%,” kata Yunus Gobai selaku sekretaris panitia perayaan HUT IV kepada Kupasmerdeka.com 12/6.

Menurutnya, peningkatan tersebut nampak pada saat pengoperasian kutikan sinar musik, pembacaan notasi, dan memainkan musik. Dengan demikian, bahwa aktivitas tersebut menjadi sangat efektif dilakukan di kalangan remaja dan pemuda untuk menumbuhkan minat dan bakat setiap peserta/mitra, serta mengefektifkan pelayanan dalam Gereja Katolik di Paroki Kristus Sang Gembala Wedaumamo.

“Kegiatan pelatihan dilaksanakan 1 kali pertemuan dan membatasi peserta edukasi agar tidak berkerumun. Pelaksanan dimulai pada tanggal 11 Juni 2022 hingga 12 Juni  2022,” terangnya.

Advertisement

“Kegiatan diikuti oleh remaja dan pemuda, baik yang sudah bisa maupun tidak bisa memainkan alat musik gesek seperti gitar, bass dan ukulele. Pelatihan dilakukan di aula Paroki Kristus Sang Gembala Wedaumamo,” lanjutnya.

Henok Yeimo, Komisi Musik Klasik Mudika Paroki St. Yosep Enagotadi, dalam kegiatan itu memperkenalkan musik klasik dengan cara memberikan edukasi tentang perkembangan musik klasik dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Henok, pengetahuan tentang teknik, manfaat, dan perkembangan musik klasik saat ini masih kurang dipahami oleh remaja dan pemuda awam baik bagi mereka yang sudah bisa memainkan alat musik gesek maupun yang belum menguasainya.

Ia pun berharap, melalui pelatihan tersebut, remaja dan pemuda dapat lebih memahami musik klasik baik segi perkembangan, ciri-ciri, dan teknik dasar bermain musik klasis.

Salah satu peserta pelatihan, Yosep Gobai, mengatakan bahwa melalui pelatihan yang diikutinya, dirinya dan peserta lain dapat merasakan peningkatan wawasan dalam musik klasik, baik mengenai ciri maupun teknik dasar bermain musik klasis.

“Ke depan juga pelatihan-pelatihan seperti ini kami sangat mendukung,” ujarnya.

Reporter: Yugo

Editor: Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: