Kapolres dan Forkopimda Kota Langsa Musnahkan 2.3 kg Sabu, 30.6 kg Ganja

KOTA LANGSA (KM) – Polres Langsa memusnahkan barang bukti jenis ganja sebanyak 30.690,74 gram (sekira 30,6 kg) dan sabu 2.333,34 gram (sekira 2,3 kg) di halaman Mapolres Langsa, Kamis (2/6).

Hadir saat pemusnahan itu Kapolres Langsa AKBP Agung Kanigoro Nusantoro, Wali Kota Langsa Usman Abdullah, Dandim 0104/Atim Letkol Inf Agus Al Fauzi, Kajari Langsa, Kepala Pengadilan Negeri Langsa, Kepala BNNK Langsa, dan sejumlah undangan lainnya.

Kapolres Langsa AKBP Agung Kanigoro Nusantoro menyatakan bahwa seiring dengan bergulirnya reformasi dan era globalisasi, bangsa Indonesia justru menghadapi berbagai persoalan, termasuk pula persoalan yang dihadapi generasi muda yang begitu kompleks, khususnya peredaran narkoba.

Menurutnya, peredaran dan penyalahgunaan narkoba dengan berbagai implikasi dan dampak negatifnya merupakan suatu masalah internasional dan nasional yang dapat merusak dan mengancam kehidupan bermasyarakat, bangsa serta bangsa.

Maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kota Langsa dapat dilihat dari jumlah pengungkapan kasus oleh Sat Resnarkoba di Polres Langsa periode Januari sampai Mei 2022 sebanyak 49 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 75 orang, total barang bukti jenis ganja 30.690,74 gram dan sabu 2.333,34 gram.

“Kalau diasumsikan 3 gram ganja dikonsumsi oleh 1 orang dan 1 gram sabu dikonsumsi 5 orang, maka kita sudah berhasil menyelamatkan 21.896 jiwa masyarakat Indonesia, khususnya Kota Langsa dari bahaya narkoba,” tuturnya.

Advertisement

Tentunya, sambung Kapolres, keberhasilan ini merupakan langkah nyata perang terhadap narkoba dan upaya menyelamatkan generasi penerus kita.

“Kita tidak akan pernah berhenti memerangi penyalahgaan narkoba agar upaya-upaya ini semakin optimal tentunya membutuhkan kerjasama seluruh stakeholder terkait dan masyarakat secara komprehensif,” ucapnya.

“Peredaran narkoba saat ini sangat mengkhawatirkan, apalagi di wilayah timur Aceh ini yang merupakan bagian masuknya narkoba yang selanjutnya akan diteruskan masuk ke wilayah-wilayah sebaran di Indonesia, seperti Sumatera Utara dan Jakarta,” jelasnya.

Wilayah sepanjang pantai timur Aceh yakni Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Timur, Lhokseumawe dan Bireuen menjadi daerah-daerah transit yang kerap kali menjadi tempat masuknya peredaran narkoba dari luar negeri.

“Bahkan baru-baru ini, Bareskrim bekerjasama dengan Bea Cukai melakukan penangkapan di wilayah pesisir timur Aceh,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Kapolres mengajak seluruh stakeholder untuk membantu polisi dalam mengantisipasi peredaran narkoba tersebut, dengan bekerjasama pemerintah, tokoh, pemuka agama, dan seluruh elemen dalam mengantisipasi peredaran narkoba di gampong-gampong.

“Untuk itu kita juga memberikan warning ke personil apabila menggunakan narkoba, akan kita sikat berikan punishment dan memberikan reward kepada personil yang berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba,” tandasnya.

(Red)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: