Prihatin Atas Tragedi Tenggelamnya Balita di Taman Herbal Insani, Kepala DP3AP2KB Kota Depok Angkat Bicara

Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Depok, Nessi Annisa Handari saat diwawancarai di ruang kerjanya, 18/5/2022 (dok. Sudrajat/KM)
Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Depok, Nessi Annisa Handari saat diwawancarai di ruang kerjanya, 18/5/2022 (dok. Sudrajat/KM)

DEPOK (KM) – Peristiwa naas tenggelamnya seorang balita berusia 3 tahun di areal kolam renang Taman Herbal Insani Sawangan Kota Depok beberapa waktu lalu turut menjadi perhatian Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Depok, Nessi Annisa Handari.

Dalam sesi wawancara khusus dengan Kupasmerdeka.com (18/5) di ruang kerjanya, Nessi turut menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa atas tragedi yang terjadi pada balita tersebut

Nessi mengatakan, pihaknya selama ini terus berupaya untuk bisa menciptakan sebuah lingkungan, baik yang ada di tengah masyarakat, keluarga, maupun di lingkungan lainnya, agar menjadi lingkungan yang ramah anak. Ia mengakui, untuk saat ini pihaknya memang baru terfokus pada tempat wisata dan areal bermain yang dikelola langsung oleh Pemerintah Kota Depok.

“Tahun kemarin kita sudah mensertifikasi taman Lembah Gurame menjadi ruang bermain ramah anak yang tersertifikasi, sudah terstandarisasi dari Kemen PPA. Di tahun ini rencananya kita juga akan melakukan hal yang sama untuk taman bermain yang lainnya,” ujar Nessi di sela kesibukannya dalam persiapan mengikuti lomba Kampung KB tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Nah, kejadian ini juga menjadi perhatian untuk kita bersama, bahwa pihak-pihak swasta yang mempunyai arena-arena bermain anak, yang menyelenggarakan ruang terbuka untuk anak-anak, ini kita juga harapkan dapat terstandarisasi, baik itu dari fasilitas yang mereka siapkan, maupun SDM yang ikut membantu di dalam pelaksanaan kegiatan mereka,” jelasnya.

Nessi melanjutkan, pihaknya dalam waktu dekat akan mengundang kementrian PPA untuk melakukan sosialisasi terkait beberapa standar yang harus dipenuhi pada tempat-tempat bermain anak, sehingga diharapkan, kecelakaan-kecelakaan yang sudah terjadi tidak terulang kembali kepada anak-anak yang lain.

“Sosialisasi mengenai standarisasi akan terus dilakukan dan mudah-mudahan tahun ini bisa juga melibatkan pihak swasta supaya arena bermainnya juga terstandarisasi,” terangnya.

“Saat ini yang baru tersertifikasi yaitu Lembah Gurame, semua fasilitas dan tenaganya sudah ikut di dalam konferensi hak anak, jadi mereka sudah tahu apa sebenarnya yang perlu diperhatikan terhadap anak-anak, terkait perlindungannya dan sebagainya, mudah-mudahan kita juga bisa melakukan hal itu di tempat-tempat bermain yang dikelola pihak swasta,” lanjut Nessi.

Soal agenda pertemuan dengan pihak swasta, menurut Nessi hal itu sudah dilakukan pihaknya, namun ia akui memang masih lebih fokus ke lokasi bermain seperti D’Kandang, agar mereka menyediakan tempat bermain yang ramah anak.

“Belum semua, namun juga ada beberapa perusahaan yang tergabung di Asosiasi Perusahaaan Sahabat Anak Indonesia, di mana perusahaan-perusahaan ini berupaya untuk bisa berkontribusi di dalam pembangunan Kota Layak Anak (KLA), terangnya.

“Taman Herbal Insani juga termasuk yang kita undang, tapi memang belum mendetil pada bagaimana untuk menyiapkan sarana, prasarana, dan SDM nya supaya terstandarisasi,” ungkapnya.

Terkait langkah-langkah antisipatif yang akan dilakukan guna mencegah terjadinya kembali kecelakaan pada anak, Nessi mengutarakan bahwa yang pertama yaitu dari sisi pengelolanya, di mana pihaknya akan terus melakukan sosialisasi supaya nantinya dapat ditindaklanjuti dengan pengajuan sertifikasi agar terstandarisasi.

Advertisement

“Lalu untuk anak-anak dan orang tua, itu kita juga akan perkuat lagi edukasinya, bahwa anak-anak yang masih di bawah umur itu sebenarnya masih dalam pengawasan orang tua nya, jadi mereka tidak bisa dibiarkan bermain sendiri tanpa pengawasan orang tua, kadang kita lengah ternyata mereka anak-anak masuk ke dalam area yang berbahaya,” kata Nessi.

Nessi juga menekankan, selain mengandalkan si pengawas dari tempat wisata, orang tua juga diharapkan ikut mengawasi anaknya saat bermain. “Karena anak di bawah umur itu tidak bisa kita lepas. Jangankan di air, yang perosotan pun juga bisa berbahaya kalau tidak diawasi oleh orang tua,” imbuhnya.

Mengenai sanksi yang layak diberikan kepada Taman Herbal Insani karena kejadian sudah berulang lebih dari 2 kali, Nessi menyerahkan kewenangan tersebut kepada pihak kepolisian. Adapun kewenangan pihaknya hanya sebatas menyampaikan himbauan kepada pengelola Taman Herbal Insani supaya menyiapkan segala sesuatunya dengan lebih baik, penjagaan terhadap anak-anak juga lebih baik, lalu ada rambu-rambu/batasan yang harus diperhatikan.

“Terkait kasus ini kan memang sudah dalam proses dan memang kami sudah dijadwalkan untuk datang sekaligus untuk “memaksa” mereka agar melakukan perbaikan-perbaikan, supaya jadi efek jera juga bagi pengelola wisata yang lain,” tegasnya.

“Kami akan memastikan mereka untuk ikut dan menindaklanjuti hasil evaluasi. Kita akan dorong untuk melakukan perbaikan, menyempurnakan fasilitas yang ada, sehingga kejadian ini tidak akan terulang lagi. Dan ini memang sudah menjadi arahan pimpinan juga untuk mendorong agar pihak-pihak swasta supaya menyiapkan tempat-tempat yang aman bagi anak-anak,” lanjutnya.

Nessi juga menjelaskan, untuk agenda monitoring sendiri belum dilakukan secara berkala, baru satu tahun sekali per satu perusahaan, namun kegiatan monitoring sudah dilakukan ke perusahaan-perusahaan dan tempat wisata, misalnya di sebuah mall tidak ada tempat bermain anak, lalu pihaknya akan memberikan catatan tersebut, termasuk pengadaan toilet juga dimonitoring agar disediakan lebih dari satu.

“Saya mengimbau kepada seluruh pengelola wisata khususnya yang ada di kota Depok untuk bisa menerapkan standar-standar perlindungan bagi anak-anak kita, baik itu dari sisi fasilitasnya yang ramah anak, maupun dari SDM nya, yakni SDM yang sudah dilatih untuk bisa memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para pengunjung, khususnya bagi anak-anak,” imbaunya.

“Saya Nessi Anisa Handari, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana kota Depok, juga mengimbau kepada seluruh orang tua untuk selalu mendampingi anak-anaknya ketika anak-anak berada di luar rumah, baik itu ketika bermain bersama tetangga di taman-taman, maupun di tempat wisata baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun pihak swasta,” tuturnya.

“Anak-anak ini tidak bisa kita biarkan bermain sendiri, mereka masih membutuhkan pengawasan, maka menjadi hal yang penting bagi seluruh orang tua untuk ikut mendampingi dan mengawasi anak-anak ketika bermain,” pungkasnya.

Reporter : Sudrajat
Editor : HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: