Jadi Korban Curanmor, Sopir Ekspedisi Ini Keluhkan Keamanan Areal Parkir Ekspedisi BJA, Tuntut Pengelola Bertanggung Jawab

SERANG (KM) – Nasib apes menimpa Risno, salah seorang sopir pengakut bata ringan yang menjadi korban pencurian sepeda motor di tempat parkir mobil/ekspedisi BJA Kp. Ciawet Pasir Waru, Desa Majasari, Kecamatan Jawilan, Serang Banten, pada Sabtu 14 Mei 2022.

Sepeda motor yang sehari-hari digunakan Risno untuk pulang pergi ke tempat kerja kini hanya tinggal cerita.

Menurut keterangannya, Risno dan kernetnya, Darmaji, mengaku keluar rumah menggunakan sepeda motornya pada hari Jumat 13/5 sekira jam 02:00 WIB. Sesampainya di tempat parkir ekspedisi BJA, Risno memarkir kendaraannya tersebut dengan dikunci setang.

Kemudian Risno dan Darmaji berangkat menggunakan mobil Canter 136 yang memuat bata ringan dan mengirim ke daerah Jonggol, Kabupaten Bogor.

Sepulangnya mengantarkan barang tersebut, Risno langsung menuju parkiran dan terkejut saat mengetahui kendaraan sepeda motor miliknya sudah hilang.

Risno mengaku sudah membuat laporan polisi dan berharap kasus curanmor yang dialaminya itu bisa segera terungkap.

Kepada awak media KM, Risno mengaku bingung setiap mau berangkat kerja, karena harus mencari tumpangan terlebih dahulu. “Kalau cari ojek pun gak ada karena harus berangkat jam 2, pagi-pagi sekali,” jelasnya.

“Seharusnya pihak pengelola parkiran dan ekspedisi melakukan penjagaan ketat, jangan uang parkirnya saja yang dipungut, tapi untuk safety keamanan diabaikan,” keluhnya.

“Jangan sampai ada korban kembali, kalau sudah begini, saya tidak mau tahu harus ada ganti rugi dari pihak pengelola,” tandasnya.

Sementara itu, pihak pengelola parkiran saat dikonfirmasi via WhatsApp berkelit dengan alasan pimpinannya belum bisa dihubungi.

“Mohon maaf pak, saya sudah komunikasi dengan stafnya belum ada jawaban, kalau bos nya hp tidak diangkat,” ungkapnya.

Reporter: Iing Ricky
Editor: Sudrajat

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*